Breaking News:

Advertorial

Program KOTAKU di Masa Pendemi Covid-19, KOTAKU Bangun Rumah Hidrroponik di Pringsewu

Kabupaten Pringsewu memperoleh anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah kumuh.

Dokumentasi
Program KOTAKU di Masa Pendemi Covid-19, KOTAKU Bangun Rumah Hidrroponik di Pringsewu 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kabupaten Pringsewu memperoleh anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah kumuh.

Anggaran tersebut hadir dalam program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Infrastruktur Livelihood Tahun Anggaran 2020.

Program tersebut dengan konsentrasi pembangunan wilayah khususnya di Kelurahan Jati Agung, Kecamatan Ambarawa, berupa pembangunan rumah produksi green house hidroponik.

Koordinator KOTAKU Pringsewu Muhammad Ridwan mengungkapkan program infrastruktur penunjang peningkatan ekonomi masyarakat ini berjalan secara padat karya.

Pengerjaannya oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat.

“Progres pembangunan rumah produksi green house hidroponik di Kelurahan Jati Agung, Kecamatan Ambarawa, tersebut sudah mencapai 71 persen,” kata Ridwan.

Rumah produksi green house hidroponik ini berdiri di atas lahan 1.050 persegi, dengan 34 ribu lubang tanam.

Tujuan pembangunan rumah hidroponik itu untuk peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah kumuh.

Di rumah produksi green house hidroponik ini, masyarakat setempat nantinya bisa menanam seperti sayur dan buah.

Kelurahan Jati Agung sendiri merupakan wilayah industri rumahan, genting dan bata. Selain itu, juga pertanian (padi).

“Melalui pembangunan rumah hidroponik ini, lanjut Ridwan, harapannya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dengan pertanian modern,” ujar Ridwan.

Selain itu, terdapat manfaat lain dari pembangunan konstruksi rumah hidroponik tersebut.

Manfaat itu adalah mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal. Jumlah tenaga kerja lokal yang terserap sebanyak 47 orang. Terdiri dari tukang dan asisten tukang, dengan total HOK (Hari Orang Kerja) sudah mencapai 1.455 HOK.

“Ke depan, rumah produksi green house hidroponik tersebut rencananya juga akan menjadi tujuan wisata edukasi,” tutur Ridwan. (*)

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved