Breaking News:

Berita Nasional

Hina Polri di Media Sosial, Pria di Banda Aceh Ditangkap

dirinya membuat postingan yang menghina institusi kepolisian pada akun media sosialnya.

Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi Kurniawan
Ilustrasi -penangkapan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDA ACEH - Anggota Unit 1 Subdit V / Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Aceh, Jumat (13/11/2020) menciduk AB (33), seorang pria di Banda Aceh, karena menghina institusi Polri pada laman Facebook dan Youtuber miliknya.

AB ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan dan dipastikan bahwa dirinya membuat postingan yang menghina institusi kepolisian pada akun media sosialnya.

Warga Kecamatan Baiturrahaman itu dibekuk tim siber di salah satu warung kopi di Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta, kepada Serambinews.com, Sabtu (21/11/2020) membenarkan bahwa pihaknya telah mengamanakan pria berinisial AB tersebut.

“Yang bersangkutan kita amankan itu minggu lalu, karena membuat postingan yang menghina Polri pada media sosialnya, Facebook dan Youtube,” kata Kombes Margiyanta.

Lantas, apa yang diposting AB hingga dia ditangkap? Dalam postingannya, AB menulis dengan huruf kapital bernada menghina institusi Polri dan pejabat pemerintah.

AB dalam postingannya juga menebar ajakan untuk revolusi.

Baca juga: Ridwan Kamil Beber Alasan Polda Jabar Tidak Tindak Tegas Kerumunan di Acara Habib Rizieq

Baca juga: Agar Bisa Kencan Setiap Saat, Istri Wakil Presiden UEA Rela Bayar Ajudannya Sebesar Rp22,5 Miliar

Pada postingan tersebut, tersangka juga menampilkan foto Kapolri Jenderal Idham Azis.

Postingan itu diterbitkan tersangka pada 7 Oktober 2020, saat terjadinya penolakan atau demo UU Cipta Kerja Omnibus Law.

Kombes Margiyanta menjelaskan, berdasarkan postingan itu, yang bersangkutan terbukti melakukan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE) tentang Ujaran Kebencian / SARA terhadap Instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Postingannya itu provokasi, intinya menjelekkan Polri, dia buat di Facebook dan Youtube. Banyak postingannya, di Youtube ada beberapa juga yang sudah dihapus,” katanya.

Saat ini, jelas Kombes Margiyanta, pihaknya telah mengamankan AB untuk dilakukan penyidikan.

Kepada tersangkat, polisi mengenakan pasal UU ITE tentang ujaran kebencian.

“Ancaman hukuman 4 tahun penjara,” ujar Margiyanta yang juga membenarkan bahwa AB pernah menjabat sebagai sekretaris salah satu organisasi di Banda Aceh. (serambinews.com/Subur Dani)

Artikel ini telah tayang di  dengan judul "Pria Ini Diciduk Polisi karena Sebar Ujaran Kebencian dan Menghina Institusi Polri di Media Sosial"

Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved