Tribun Lampung Selatan
Warga yang Tinggal di Daerah Rawan Banjir di Lampung Selatan Waspada Bencana
Meningkatnya curah hujan memasuki akhir November 2020, perlu diantisipasi oleh warga, terutama untuk daerah rawan banjir di Lampung Selatan
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Noval Andriansyah
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Mulai meningkatnya curah hujan memasuki akhir November 2020, perlu diantisipasi oleh warga, terutama untuk daerah rawan banjir di Lampung Selatan.
Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, M Darmawan mengatakan, pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi untuk mengantisipasi terjadinya bencana memasuki akhir tahun 2020.
Adanya fenomena La Nina, berdampak pada peningkatan curah hujan.
Kondisi ini juga bisa meningkatkan kerawanan akan terjadinya bencana banjir.
Terutama pada daerah-daerah yang selama ini dikenal rawan banjir.
Baca juga: BPBD Petakan 9 Daerah Rawan Banjir di Bandar Lampung
Baca juga: Masuk Pancaroba, Waspadai Titik Rawan Banjir di Bandar Lampung
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi, setiap instansi telah kami minta untuk meningkatkan kewaspadaan."
"Termasuk untuk kesiapan alat dan sarana untuk tanggap bencana,” ujar M Darmawan kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (25/11/2020).
Seperti alat berat, M Darmawan mengatakan, pihaknya telah koordinasi dengan Dinas PUPR untuk mempersiapkannya jika dibutuhkan.
Darmawan menambahkan, pihaknya juga telah meminta kepada pihak kecamatan, terutama daerah yang rawan banjir, agar mengingatkan warga lebih waspada.
Termasuk, kata dia, untuk daerah pesisir.
Potensi adanya banjir rob atau air pasang laut dan gelombang tinggi bisa saja terjadi di daerah pesisir.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, apalagi dalam beberapa hari terakhir, terlihat curah hujan sudah mulai meningkat,” jelas M Darmawan.
Beberapa daerah di Lampung Selatan masuk dalam daerah rawan banjir, seperti di Kecamatan Natar, Katibung, Sidomulyo, Candipuro, Palas dan Sragi.
Untuk kesiapan petugas dan sarana di BPBD, M Darmawan menambahkan, pihaknya telah melakukan persiapan, seperti tenda untuk pengungsian serta sarana lainnya.
(Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/warga-yang-tinggal-di-daerah-rawan-banjir-di-lampung-selatan-waspada-bencana.jpg)