Berita Nasional

Polisi Beber Motif Bos Otomotif Solo Tembaki Mobil Alphard Pengusaha Tekstil, Gegara Terjerat Utang

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga. Namun, ketika dilakukan pendalaman

Editor: Romi Rinando
TribunSolo.com/Ryantono Puji-Adi
Sosok bos otomotif Solo, LJ (72) di Mapolresta Solo, Jumat (4/12/2020) dan mobil milik bos tekstil I (72) Toyota Alphard hitam bernopol AD-8945-JP yang ditembak di Jalan Monginsidi, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (2/12/2020).  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Teka-teki motif pelaku penembakan pada mobil  Toyota Alphard yang ditumpangi bos tekstil Solo I (72), akhirnya diungkap polisi.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dalam ungkap kasus menghadirkan langsung sosok pelaku LJ (72) bos otomotif di Solo, di Mapolresta Solo, Jumat (4/12/2020). 

LJ dihadirkan polisi mengenakan pakaian tahanan berwarna biru bernomor 24 dan celana pendek.

Bahkan barang bukti sejumlah pistol senapan semi otomatis dan ratusan peluru juga dipamerkan.

Ade safri menjelaskan, awal mula kasus terjadi karena LJ menggadaikan sertifikat tanah di bank.

Gadai sertifikat tanah tersebut dilakukan pada tahun 2008. 

Lantaran tidak bisa membayar gadai sertifikat tanah, bank kemudian melakukan lelang. 

"Saat itu, korban I (72) ini mengikuti lelang tersebut," papar dia kepada TribunSolo.com.

S

Mobil Toyota Alphard yang bolong karena tertembak di Jalan Monginsidi Solo, Rabu (2/11/2020). (TribunSolo.com/Adi Surya)

Baca juga: Sosok Pelaku yang Tembak Pengusaha di Solo, Mobil Alphard Dihujani Peluru dari Jarak Dekat

Baca juga: Mobil Alphard Milik Pengusaha di Solo Ditembaki dan Dikejar, Korban Kabur ke Markas Brimob

Baca juga: Rebut Senjata Polisi, Pengedar Sabu Ditembak di Depan Kantor Pos Sukaraja

"Dia menang Rp 10 miliar saat itu," jelasnya menekankan.

Selang delapan tahun berjalan setelah lelang tanah di bank yang dimenangkan korban I, tersangka LJ mendengar bahwa harga tanah tersebut Rp 26 miliar. 

"Tersangka LJ ini kemudian mengklaim dan menganggap Rp 16 miliar adalah hutang I pada dirinya," terang dia.

Kemarahan LJ memuncak sehingga sampai aksi penembakan di Jalan Monginsidi, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. 

Polisi juga menyita sebanyak 150 butir peluru dari rumah tersangka.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, mereka juga sudah melakukan penggeledahan di rumah pelaku LJ (72). 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved