Pilkada Lampung Tengah 2020
Debat Terakhir Pilkada Lampung Tengah 2020 Sukses, 3 Cabup Kompak Bakal Tegakkan Prokes Tekan Covid
Ketiganya juga menyatakan akan terus mengedukasi masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Tiga calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Lampung Tengah kompak menyatakan, penegakkan protokol kesehatan adalah solusi untuk menekan penyebaran Covid di daerah tersebut.
Ketiganya juga menyatakan akan terus mengedukasi masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan.
Hal ini diungkapkan ketiga calon bupati dan wakil bupati Lampung Tengah dalam debat publik tahap terakhir yang digelar di BBC Hotel Lampung Bandar Jaya Jumat (4/12/2020) malam.
Tema debat tersebut memang terkait Covid yakni, Kebijakan dan Strategi Penanganan, Pencegahan, Pengendalian Covid-19, Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba dan Penyelesaian Masalah Daerah Lainnya".
Pada sesi pertama, ketiga calon kepala daerah menyampaikan visi misinya.
Selanjutnya sesi kedua menjawab pertanyaan panelis seputaran tema penanganan Covid.
Baca juga: Debat Pilkada Lampung Tengah 2020, Nessy Kalvia Akan Sediakan PCR di Tiap RS
Baca juga: Disdikbud Lampung Tengah Siap Gelar KBM Tatap Muka Awal Tahun 2021
Baca juga: Chord Gitar Lagu Sharing Beta feat Ipang Lazuardi, Lirik Lagu Sharing
Pada sesi kedua ini paslon nomor urut 02 Musa Ahmad-Ardito Wijaya mendapat kesempatan pertama menjawab pertanyaan panelis.
Musa menjelaskan, untuk menekan laju perkembangan Covid tak ada upaya lain selain membuat sadar masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.
Sebab, sampai saat ini vaksin Covid belum tersedia.
Untuk penegakkan prokes ini, ia akan melibatkan komponen masyarakat hingga tingkat terbawah.
Selanjutnya paslon nomor urut 03, Nessy Kalvia-Imam Suhadi mendapat pertanyaan terkait upaya menekan penyakit TBC.
Sebab, TBC salah satu penyakit bawaan yang cukup banyak diderita pasien Covid.
Untuk pertanyaan ini Nessy menjawab akan memberdayakan kader-kader posyandu tingkat desa yang ada di Lampung Tengah.
Menurut dia, penyakit TBC sama bahayanya dengan Covid, karena bisa menular.
Untuk itu, budaya hidup sehat dan bersih harus ditegakkan agar mencegah penyakit TBC dan juga Covid.
Selanjutnya, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 01 Loekman Djoyosoemarto-Ilyas Hayani Muda juga mendapat pertanyaan seputar penanganan dan penanggulangan Covid karena Lamteng merupakan zona oranye Covid.
Loekman menjelaskan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, cara yang paling efektif yakni menyadarkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.
Menurutnya, kesadaran dan disiplin prokes masyarakat saat ini masih rendah.
Sehingga kasus Covid masih cukup tinggi di Lamteng.
Memberantas Narkoba
Memasuki segmen 3, paslon mendapat pertanyaan seputar tema Memberantas Narkoba.
Paslon nomor urut 03, Nessy mendapat kesempatan pertama menjawab pertanyaan panelis.
Nessy mengatakan, untuk mencegah narkoba, dirinya akan membentuk satgas narkoba di setiap kampung.
Ini untuk mendeteksi dini penyebaran dan penggunaan narkoba.
Kemudian memberikan keterampilan khusus baik kepada pemuda maupun kelompok pemuda serta memberi bantuan modal sehingga tidak tergoda terhadap narkoba.
Paslon nomor urut 01 Loekman mendapat kesempatan kedua.
Pasangan ini mendapat pertanyaan terkait cara mengajak masyarakat agar ikut berpartisipasi mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba.
Menurut Loekman, terkait hal itu maka harus melibatkan seluruh masyarakat.
Pihaknya akan memberikan edukasi mengenai dampak negatif narkoba.
Edukasi akan diberikan oleh kader-kader posyandu yang tersebar di setiap desa.
Pihaknya juga akan mengawal kasus-kasus narkoba agar para gembong narkoba mendapat hukuman yang berat.
Ditambahkan Ilyas, pihaknya juga akan membentuk kampung bebas narkoba dan kerja sama dengan Forkopimda dalam mensosialiasikan pencegahan narkoba.
Masih terkait tema ini, paslon nomor urut 02, Musa Ahmad mengatakan akan menggalakkan rehabilitasi terhadap pengguna narkoba.
Mereka juga akan melakukan edukasi bahaya narkoba hingga membuat mereka bisa menjadi pemuda yang berprestasi.
Saling Bertanya
Segmen keempat merupakan kesempatan paslon untuk saling melempar pertanyaan.
Segmen ini berlangsung cukup seru.
Paslon nomor urut 01, Loekman-Ilyas mendapat kesempatan melempar pertanyaan pertama kali.
Mereka bertanya kepada paslon nomor dua Musa Ahmad-Ardito.
Loekman menanyakan terkait kebijakan apa yang akan ditempuh Musa-Ardito untuk menekan Covid-19 dengan anggaran yang minim.
Atas pertanyaan ini, Musa menjawab, akan menerapkan disiplin protokol kesehatan.
Menurut Loekman, jawaban tersebut masih belum tepat.
"Bukan itu maksud saya, tapi bagaimana kita bisa mengadakan alat PCR," kata Loekman.
Musa menjawab akan menggandeng pengusaha yang ada di Lampung Tengah untuk membantu suntikan dana.
"Maka kemudian kita harus melakukan lobi perusahaan besar untuk ini," ujar Loekman.
Selanjutnya giliran Musa Ahmad yang melempar pertanyaan.
Ia bertanya kepada paslon nomor urut tiga, Nessy-Imam.
Musa mempertanyakan strategi dalam menekan angka Covid-19 di Lampung Tengah.
Seperti sebelumnya, Nessy mengaku akan menerapkan protokol kesehatan.
Menurutnya, menekan Covid-19 harus dengan kesadaran menerapkan protokol kesehatan.
"Kita benar benar menerapkan protokol kesehatan, 3 M dimana pun tempatnya baik hajatan masyarakat hingga instansi pemerintah," kata Nessy.
Ia juga mengatakan, akan memberikan Alat Pelindung Diri (APD) secara gratis, memberikan masker serta melengkapi sarana mencuci tangan di Lampung Tengah.
Musa Ahmad tak menampik jawaban yang diberikan oleh Nessy.
Namun demikian, kata dia, harus ada regulasi yang mengatur hal tersebut.
"Tetapi memang untuk sebuah kebaikan memang harus ada regulasi yang memberikan sanksi pelanggaran protokol kesehatan sehingga menjadi sebuah kesadaran," kata Musa Ahmad.
Terakhir, Nessy bertanya kepada Loekman Djoyosoemarto.
Dia mempertanyakan, bagaimana cara mengatasi pecandu narkoba.
Loekman mengatakan akan mengeksekusi para bandar narkoba jika ditemukan.
Kemudian dia akan melakukan rehabilitasi bagi para pecandu.
"Tentunya kita akan bekerjasama dengan aparat hukum untuk mengeksekusi pengedar ini karena sudah sampai ke tingkat kampung. Kemudian rehabilitasi pecandu," jelas Loekman.
Nessy tak membantah jawaban tersebut namun dia akan memaksimalkan hal tersebut dengan penyediaan klinik rehabilitasi bagi para pecandu narkoba.
"Kami akan mewujudkan klinik rehabilitasi Bersinar kepada para pecandu narkoba. Yang melibatkan tim medis dan tokoh agama," ujar Nessy Kalvia. (Tribunlampung.co.id/iki/sam)