Viral Medsos
Influencer Kesal Followersnya Sebar Berita Hoaks, Banyak Orang Datang Melayat
Pada video yang dibagikan, memperlihatkan kabar kematian dari pengguna TikTok sekaligus seorang influencer bernama Nurinlofa.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang influencer kesal dengan prilaku followernya yang membagikan kabar hoaks terkait kematian dirinya.
Setelah kabar kematian dibagikan, ramai yang menghubungi dan mendatangi rumahnya.
Namun, sesampai di rumah, influencer ini dalam keadaan sehat dan masih bernyawa.
Ia kesal atas tindakan pengguna medsos demikian, sehingga membuat video klarifikasi.
Postingan ini diunggah oleh pengguna TikTok @the.nurinlofa, pada hari Sabtu (5/12/2020).
Pada video yang dibagikan, memperlihatkan kabar kematian dari pengguna TikTok sekaligus seorang influencer bernama Nurinlofa.
"RIP Al-Fatihah, sedekahkan Al-Fatihah kepada almarhum @the.nurinlofa atas kepergiannya.
"Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 7:51 malam di rumah sakit Kuala Lumpur (HKL).

Baca juga: Glenca Chysara Elsa Ikatan Cinta Dituding Pansos pada Amanda Manopo
Baca juga: Kata Atta Halilintar tentang Aurel Hermansyah yang Mundur dari Media Sosial
"Arwah meninggal dunia karena mengalami kemalangan di jalan raya sehingga menyebabkan cedera parah serta kepalanya hancur parah," tertera pada postingan video.
Namun, ia langsung membantah kabar mengenai kematiannya tersebut.
Menyebut bahwa kabar yang disampaikan oleh followers yang tidak suka padanya, cara demikian adalah tidak tepat.
"Kalau memang benar-benar membenci saya, tidak susah sampai melakukan demikian.
"Apakah kamu tidak kasih buat orang percaya, setelah itu ramai yang messenge, ramai orang di depan rumah saya ini, karena dapat info saya sudah meninggal.
"Saya masih hidup, saya banyak masih dosa, belum bertaubat, untuk apa buat seperti itu? demi followers demi famous, sanggup melakukan demikian, tidak takut dosa kah?," demikian ucapnya pada video.
Mudahnya untuk menyebarkan informasi dengan adanya gadget dan sosmed, membuat sebagian orang berperilaku kurang baik, dengan menyebarkan berita bohong.