Tribun Pesawaran

BBPBL Lampung Dorong Budidaya Ikan Nemo, Tekan Penangkapan Liar di Alam

Untuk menekan kelangkaan ikan hias jenis tertentu, pemerintah menggandeng pengepul untuk melakukan budidaya.

Tribunlampung.co.id/Didik
BBPBL Lampung Dorong Budidaya Ikan Nemo, Tekan Penangkapan Liar di Alam 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Robertus Didik

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Penangkapan ikan hias di laut perairan Lampung marak.

Untuk menekan kelangkaan ikan hias jenis tertentu, pemerintah menggandeng pengepul untuk melakukan budidaya.

Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung Ujang Komarudin mengungkap banyaknya hewan laut, atau ikan-ikan yang sudah mulai kurang di alam.

Sehingga, kata dia, BBPBL berupaya mengantisipasi kepunahan tersebut dengan cara budidaya.

Seperti pada satu jenis ikan yang mempunyai corak indah, Nemo.

Baca juga: Seratusan Nakes di RSUDAM Terpapar Covid-19, Pegawai Minta Manajemen Sterilkan Ruangan

Baca juga: Ayah Datangi TPS, Paksa Anaknya yang Jadi Ketua KPPS Pulang karena Takut Corona

Menurut dia, ikan Nemo ini pangsa pasarnya luas.

Tidak hanya untuk nasional saja, melainkan juga ekspor.

"Salah satu indikatornya, penangkapan ikan nemo di alam terus berlangsung. Itu menandakan pangsa pasarnya terbuka terus," kata Ujang, Jumat, 11 Desember 2020.

Maka dari itu lah, BBPBL akan terus menekan penangkapan liar ini dengan budidaya.

Sebab, menurut dia, ikan nemo bisa dibudidayakan.

BBPBL sendiri, kata Ujang, dalam kurun waktu satu bulan dapat membudidayakan 2000 ekor nemo.

Baca juga: Nasib Para Artis yang Ikut Pilkada 2020, Ada yang Unggul Ada yang Kalah

Baca juga: Karni Ilyas Sindir Fadli Zon: Soal Kasus Korupsi Benur Lobster Tak Hadir, Sekarang Terlambat

Nilai jualnya bervariasi, untuk ukuran 4 cm- 5 cm kisaran Rp 5 ribu per ekor.

Ditambahkan Ujang, ada jenis ikan nemo yang harganya Rp 150 ribu per ekor dan bahkan jutaan.

Ujang mengungkapkan, di Lampung sendiri budidaya ikan nemo terbatas.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved