Breaking News:

Tribun Lampung Tengah

Syarat KBM Tatap Muka, Sekolah di Lamteng Wajib Isi Daftar Periksa Dapodik

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tengah mewajibkan sekolah mengisi daftar periksa di data pokok pendidikan (Dapodik).

TRIBUN LAMPUNG/SYAMSIR ALAM
SOSIALISASI KBM - Disdikbud Lamteng menggelar sosialisasi persiapan belajar mengajar tatap muka di Nuwo Balak dan Sesat Agung, Gunung Sugih, Rabu (16/12). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Sebagai upaya mempersiapkan proses belajar mengajar tatap muka yang akan dimulai awal tahun 2021 mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tengah mewajibkan sekolah mengisi daftar periksa di data pokok pendidikan (Dapodik).

Pernyataan di atas disampaikan Kepala Disdikbud Lampung Tengah, Syarif Kusen, di Gedung Sesat Agung dan Nuwo Balak, Gunung Sugih, Rabu (16/12).

Menurutnya, apabila sekolah tidak mengisi daftar periksa di laman Dapodik, maka sekolah tersebut dianggap tak layak untuk menggelar belajar mengajar tatap muka.

"Karena di dalam daftar periksa Dapodik yang harus diisi, ada beberapa item keajaiban yang harus disiapkan oleh sekolah untuk belajar tatap muka. Antara lain sekolah harus memiliki toilet bersih, tempat cuci tangan atau hand sanitizer, dan Thermogun (alat ukur suhu)," terang Syarif Kusen.

Ditambahkan oleh Kadisdikbud, sekolah tidak boleh menggelar tatap muka apabila di darah atau satuan pendidikan ada siswa terkonfirmasi penyakit bawaan ataupun masuk dalam zona merah.

"Untuk itu satuan pendidikan harus membuat kesepakatan dengan komite sekolaj dan walimurid. Membuat Satgas penanganan Covid-19 di satuan pendidikan masing-masing," ujarnya.

Baca juga: Tak Ada Murid Lagi, 2 SMP Swasta di Bandar Lampung Tak Isi Dapodik 2020

Dalam masa belajar transisi dua bulan lanjutnya, sekolah harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan (Prokes), penetapan Social Distancing satu setengah meter, jumlah siswa per lokal dari 32 menjadi 16 siswa.

Syarif Kusen mengatakan, selama masa transisi juga ia menghimbau, satuan pendidikan untuk tidak membuka kantin belanja, olahraga, dan mengumpulkan wali murid.

Untuk siswa juga diimbau membawa bekal makanan dari rumah masing-masing.

"Proses tatap muka diikuti satuan pendidikan sebelum, selama dan sesudah jam pembelajaran. Untuk Paud dalam satu kelas hanya 5 orang. Jam pembelajaran diserahkan dengan satuan pendidikan dengan mengunakan shift," jelasnya.

Program belajar transisi kata Syarif Kusen, berdasarkan keputusan bersama empat menteri terbaru, yakni Menteri Dikbud, Mendagri, Menteri Kesehatan dan Menteri Agama.(sam)

Penulis: syamsiralam
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved