Seru Perdebatan Jenderal Tua antara Mahfud MD vs Andi Arif di Twitter, Siapa yang Dimaksud
Seru perang tweet antara Menkopolhukkam Mahfud MD dengan politisi Demokrat Andi Arief di Twitter membahas isu jenderal tua.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tweet war atau perang kata-kata melalui Twitter antara Menkopolhukkam Mahfud MD dengan politisi Partai Demokrat Andi Arief, Jumat 1 Januari 2021, berlangung seru dengan isu utama jenderal tua.
Perang tweet antara Mahfud MD dengan Andi Arief bukan kali ini saja.
Keduanya pernah perang tweet tatkala membahas Omnibus Law dan terkait dalang unjuk rasa yang berujung ricuh pada 8 Oktober 2020 lalu.
Begini cerita Tweet War antara Mafhud MD dengan Andi Afief.
Mahfud, di akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd, menulis tweet mengenai ormas.
Baca juga: Mahfud MD Beber Alasan FPI Tidak Terdaftar Sebagai Ormas yang Sah
Baca juga: Ancam Bunuh Mahfud MD karena Sebut Pimpinan FPI Tanpa Gelar Habib, 4 Anggota FPI Ditangkap
Baca juga: Cerita Mahfud MD saat Anaknya Dipermainkan Birokrasi saat Urus Perizinan
"Skrng ini ada ada tdk kurang dari 444.000 ormas dan ratusan partai politik, jg tak dilarang. Mau mendirikan Front Penjunjung Islam, Front Perempuan Islam, Forum Penjaga Intelektual boleh. Prinsipnya asal tdk melanggar hukum. Yg bagus akan tumbuh, yang tak bagus layu sendiri," begitu tulis Mahfud.
"Dulu PNI berfusi dan bubar kemudian melahirkan PDI, PDIP, PNBK jg boleh. Dulu NU pecah sampai melahirkan KPP-NU jg boleh sampai akhirnya bubar sendiri. Partai Sosialis Indonesia yg dibubarkan era Orla jg melahirkan organisasi2 baru dan intelektual2 brillian jg boleh," sambung Mahfud.
Mahfud lalu menulis tentang pembentukan ormas Front Pejuang Islam. "Ada yg tanya, bolehkah org mendirikan Front Pejuang Islam? Blh sh, asal tak melanggar hukum dan tak mengganggu ketertiban umum. Dulu Partai Masyumi bubar kemudian melahirkan Parmusi, lalu PPP, Masyumi Baru, Masyumi Reborn, dan kemudian ada DDII yg legendaris. Scr hukum boleh," tulisnya.
Andi Afief , yang disebut Mahfud sebagai juniornya di Universitas Gadjah Mada, menanggapi tweet Mahfud tersebut.
"Mudah-mudahan Pak Prof @mohmahfudmd mau berdiskusi dan mendengarkan civil society yang pasti tak menjerumuskan, ketimbang mendengar pandangan-pandangan yang bisa menyesatkan dari jendral tua yang sudah terbukti menyesatkan dan melanggar HAM," cuit Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya @Andiarief__ .
Mendapat respons dari Ketua Bappilu Partai Demokrat itu, Mahfud tidak tinggal diam. Ia pun memberikan tanggapan lanjutan.
Baca juga: Perseteruan Panas Henry Yosodiningrat dan Andi Arief Berujung ke Polisi, Dipicu Rocky Gerung
Baca juga: Andi Arief Bilang Ada Setan Gundul Dekat Prabowo, Kivlan Zen Balik Menuding Dia yang Setan Gundul
Baca juga: Ini Penyebab Kekalahan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 Versi Andi Arief
Mahfud mempertanyakan jenderal tua yang dimaksud Andi Arief. Apalah Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, Prabowo Subianto, Luhut Binsar Pandjaitan, atau yang lainnya.
"Jenderal Tua yg mana, Dinda? Bnyk jenderal senior yg sering berdiskusi dgn sy spt Pak SBY, Pak Prabowo, Pak LBP, Pak Tri, Pak Saiful S. 2 hr lalu sy malah dpt kartu greeting dari Pak SBY yg berlatar foto alam yg sangat indah hsl potretan Almrhm Bu Ani SBY. Hormat utk Pak SBY," balas @mohmahfudmd.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/perang-tweet-mahfud-md-vs-andi-arief-soal-jenderal-tua.jpg)