Breaking News:

Tribun Lampung Tengah

Polisi Tangkap Penadah Barang Curian di Lampura

Setelah dua pelaku ditangkap, polisi kembali menangkap satu orang lainnya sebagai penampung barang hasil curian.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TERUSAN NUNYAI - Pengembangan kasus pembobolan rumah warga di Terusan Nunyai terus bergulir. Setelah dua pelaku ditangkap, polisi kembali menangkap satu orang lainnya sebagai penampung barang hasil curian.

Petugas Unit Reskrim Polsek Terusan Nunyai mengejar dan menangkap pelaku berinisial WND (29) hingga ke Desa Bumi Raharja, Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara, Selasa (12/1) kemarin.

Kepala Polsek Terusan Nunyai Iptu Santoso, mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku Man yang lebih dahulu ditangkap jajarannya, barang hasil curian yang dilakukan Man (25) di rumah korban Zaka Nur Sodik di Kampung Gunung Agung, Terusan Nunyai.

Baca juga: Sempat Buron, Pencuri Motor dan Ponsel di Terusan Nunyai Diringkus Polisi

"Berdasarkan keterangan pelaku Man, barang bukti curian di rumah korban Zaka, berupa dua unit telepon genggam Realmi C2 warna hitam dan Samsung, dijual kepada pelaku WND," kata Iptu Santoso, Rabu (13/1).

Dari pelaku WND, polisi mengamankan barang bukti handphone Realme C2 warna hitam yang diduga kuat milik korban Zaka Nur Sodik.

Pelaku WND beserta barang bukti Handphone saat ini diamankan di Mapolsek Terusan Nunyai guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku WND dijerat

Pasal 480 KUHPidana dengan hukuman penjara paling lama empat tahun penjara.

Pelaku WND mengakui jika ia membeli telepon genggam dari pelaku Man. Ia mengatakan, pelaku menjual barang tersebut dengan alasan sedang butuh uang.

Baca juga: Hendak Konsumsi Sabu, Pemuda di Terusan Nunyai Digerebek Polisi

"Dia jual ke saya, bilangannya itu handphone milik dia (pelaku Man). Dia juga bilang sedang butuh uang buat tahun baruan," kata pelaku WND di Mapolsek Terusan Nunyai.

Tersangka Man merupakan pelaku pembobolan rumah pada malam hari. Dari hasil pengembangan, kasus yang ia lakukan terdapat dua perkara di Kampung Gunung Agung, November 2020 lalu dan 7 Januari 2021 lalu.(sam)

Penulis: syamsiralam
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved