Berita Lampung
Kopi Robusta Jadi Penggerak Utama Ekspor Lampung
Pada periode Januari-November 2025, total ekspor komoditas komoditas turunan sawit Lampung sebesar 2.053.623,64 ton.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - BPS Lampung mencatat komoditas ekspor unggulan seperti kopi hingga produk turunan kelapa sawit menjadi mesin penggerak utama ekonomi Bumi Ruwa Jurai sepanjang tahun 2025.
Statistisi Ahli Madya BPS Lampung Muhammad Ilham Salam mengungkapkan, kinerja ekspor Lampung didominasi oleh beberapa komoditas utama, seperti kelompok lemak dan minyak hewan/nabati, hingga kopi, dan rempah-rempah.
Pada periode Januari-November 2025, total ekspor komoditas komoditas turunan sawit Lampung sebesar 2.053.623,64 ton dengan total nilai mencapai 2.352.044.766,80 dolar AS.
Sementara pada periode yang sama, komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah Lampung mencapai 344.927 ton dengan nilai mencapai 1.580.148.470.92 dolar AS.
Salah satu komoditas yang kian menunjukkan tren positif yakni performa kopi robusta. Meski luas lahan kopi di Lampung cenderung menyusut dalam lima tahun terakhir dari 156.458 hektare pada 2020 menjadi 152.378 hektare pada 2024, produktivitasnya justru melonjak.
Pada tahun 2024, produksi kopi Lampung diproyeksikan mencapai rekor tertinggi sebesar 141.918 ton, naik signifikan dibanding tahun 2023 yang sempat lesu di angka 105.807 ton. Lonjakan produksi ini berbanding lurus dengan nilai ekspor.
"Ekspor kopi robusta (biji kopi) Lampung sepanjang Januari-November 2025 volumenya sebesar 328.241,61 ton, denga nilai mencapai 1,47 miliar dolar AS," ujar Ilham.
Selain kopi, sektor kelapa sawit menunjukkan tren yang paling stabil. Luas lahan kelapa sawit di Lampung terus bertumbuh dari 109.339 ha (2020) menjadi 111.339 ha (2024), dengan produksi yang konsisten naik mencapai 209.831 ton.
Catatan BPS, kekuatan ekspor kelapa sawit Lampung kini tidak lagi hanya bergantung pada minyak mentah (CPO), melainkan sudah merambah ke produk olahan (hilirisasi). "Refined palm oil (minyak sawit olahan) menjadi penyumbang volume terbesar yakni 685.171,51 ton dengan nilai 716,75 juta dolar AS," jelasnya.
Di posisi kedua, liquid fractions of palm oil (fraksi cair minyak sawit) mencatatkan volume sebanyak 612.325,03 ton dengan nilai 631,33 juta dolar AS, disusul komoditas palm kernel oil (RBD) dengan volume 208.621,69 ton dengan nilai sebesar 385,58 juta dolar AS.
"Untuk produk mentah seperti crude palm oil (CPO) tercatat sebesar 202.052,72 ton, disusul oleh produk sampingan dan olahan lain seperti crude glycerol (54.831,26 ton) dan shortening (1.965,34 ton)," sebut dia.
Di sektor rempah, lada hitam yang menjadi ikon Lampung menyumbang volume ekspor 11.001,14 ton, dengan nilai 74.313.270.64 dolar AS selama Januari-November 2025. Meski luas lahan lada mengalami penurunan perlahan menjadi 45.048 ha di tahun 2024, produktivitasnya tercatat di angka 14.926 ton.
Tak hanya hasil bumi, Lampung juga mencatatkan angka ekspor di sektor bahan bakar mineral. "Untuk bahan bakar mineral volume ekspor mencapai 10,43 juta ton yang didominasi oleh batu bara (coal) dengan total nilai 672,58 juta dolar AS," kata Ilham.
Hilirisasi Industri
Menanggapi capaian ekspor ini, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) Dedy Yuliawan mengingatkan pemerintah agar tidak cepat berpuas diri, sekaligus menekankan pentingnya hilirisasi industri.
| Emosi Ditagih Uang Kencan, Pria Tikam Dedek Ayu lalu Kabur Hanya Pakai Celana Pendek |
|
|---|
| Sempat Tunda Berangkat, Dua Jemaah Haji Lampung Pulih dan Terbang ke Arab Saudi |
|
|---|
| Wanita Ditikam Teman Kencan di Eks Lokalisasi Panjang Lampung, Pelaku Diburu Polisi |
|
|---|
| Pengalaman Petugas Haji di Arab Saudi, Dampingi Ibadah hingga Cari Jemaah yang Tersesat |
|
|---|
| Potensi Migas Blok SES Besar, HIPMI Lamtim Soroti Ketimpangan Manfaat untuk Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Harga-kopi-robusta-di-Lampung-Barat-naik-jelang-panen-raya.jpg)