Berita Lampung

Puluhan Karyawan di Lampung Jadi Tikus Tangki, Kompak Gelapkan Solar Perusahaan  

Puluhan karyawan di sebuah perusahaan di Lampung Tengah kompak menjadi "tikus tangki" dengan menggelapkan ribuan liter solar

Tayang:
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
DIAMANKAN POLISI - Puluhan karyawan di sebuah perusahaan Lampung Tengah diamankan polisi karnea kompak menjadi "tikus tangki" dengan menggelapkan ribuan liter solar dari kendaraan alat berat tempat mereka bekerja di PT GGP, Kamis (11/6/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Puluhan karyawan di sebuah perusahaan di Lampung Tengah kompak menjadi "tikus tangki" dengan menggelapkan ribuan liter solar dari kendaraan alat berat tempat mereka bekerja di PT GGP.
  • pihak keamanan perusahaan memergoki aksi mereka saat sedang melakukan patroli rutin pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Puluhan karyawan di sebuah perusahaan di Kabupaten Lampung Tengah kompak menjadi "tikus tangki" dengan menggelapkan ribuan liter Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dari kendaraan alat berat tempat mereka bekerja di PT GGP.

Baca juga: Warga Curiga Pembelian Solar Tak Wajar, Polisi Ungkap Penimbunan BBM di Lampung

Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Renanta Al Ghazali mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan para pelaku dan proses hukum sedang berlangsung.

"Benar, pada hari Selasa, 8 Juni kemarin, kami mendapatkan serahan sebanyak 26 orang terduga pelaku yang merupakan karyawan perusahaan PT GGP yang berada di Kabupaten Lampung Tengah terkait penggelapan solar," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Kasat Reskrim menjelaskan, aksi nekat ini termasuk kejahatan yang terorganisir.

Sebab, kata dia, hasil pemeriksaan menunjukkan mayoritas pelaku merupakan operator kendaraan berat yang memiliki akses langsung ke bahan bakar solar milik perusahaan tersebut.

Dia menyebut, BBM yang diincar oleh para pelaku merupakan alat berat jenis grader hingga ekskavator.

"Para pelaku bergerak saat pengawasan di lapangan sedang lemah atau ketika tidak ada pengawas di lokasi,'

"Bermodalkan selang, mereka menguras tangki alat berat secara berkala, memindahkannya ke jeriken, lalu menjualnya kepada pihak luar demi keuntungan," ujar Kasat Reskrim.

Aksi lancung ini akhirnya berantakan setelah pihak keamanan perusahaan memergoki aksi mereka saat sedang melakukan patroli rutin pada malam hari sekira pukul 23.00 WIB.

Kasat mengatakan, petugas keamanan mulanya menghentikan satu unit mobil Suzuki Carry yang berada di area operasional.

"Setelah diperiksa, petugas keamanan mendapati ada puluhan jeriken berisi BBM yang terbagi menjadi 22 jeriken kapasitas 35 liter berisi BBM solar, dan 16 jeriken kosong siap isi," rincinya.

AKP Muhammad Renanta Al Ghazali juga mengungkapkan bahwa aksi "berjamaah" ini bukan kali pertama terjadi.

Dari hasil pendalaman oleh jajaran Satreskrim Polres Lampung Tengah, rentang waktu kejahatan para pelaku ini bervariasi.

"Ada yang sudah mulai mencuri sejak bulan Januari, Februari, hingga puncaknya tertangkap basah,"

"Untuk saat ini, kerugian perusahaan kurang lebih sekitar Rp 53 juta. Tentu saja nanti kita lihat hitungannya, kemungkinan besar akan bertambah," jelas Kasat Reskrim.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved