Berita Lampung
Pringsewu Dorong Hilirisasi Singkong Jadi MOCAF untuk Perkuat Ekonomi Warga
Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan hilirisasi
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan hilirisasi singkong menjadi MOCAF (Modified Cassava Flour) atau tepung singkong fermentasi bebas gluten.
Baca juga: 1.000 Warga Pringsewu Terima Bantuan ATENSI 2026 Senilai Rp1 Miliar
Program ini menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat bantuan sosial di Bumi Jejama Secancanan.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan hal tersebut saat menghadiri penyaluran Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Tahun 2026 bersama Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono di Kabupaten Pringsewu, Kamis (11/6/2026).
Menurut Riyanto, bantuan sosial tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga harus diarahkan agar mampu mendorong penerima manfaat memiliki usaha yang produktif dan berkelanjutan.
“MOCAF telah menjadi bahan baku berbagai usaha rumahan keluarga penerima manfaat, seperti pembuatan kue, mi, dan produk olahan lainnya,” kata Riyanto.
Ia menjelaskan, pengembangan MOCAF merupakan bagian dari strategi hilirisasi komoditas singkong yang banyak dihasilkan masyarakat Pringsewu. Melalui pengolahan menjadi tepung fermentasi, nilai tambah komoditas dapat meningkat sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat rumah tangga.
Selain itu, MOCAF juga memiliki potensi pasar yang luas karena dapat menjadi alternatif tepung bebas gluten untuk berbagai kebutuhan industri pangan.
Seiring dengan pengembangan program tersebut, Riyanto menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI atas dukungan berbagai program bantuan sosial yang telah menjangkau masyarakat Pringsewu.
Menurutnya, sinergi antara bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan serta menekan angka kemiskinan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Pringsewu turun dari 8,32 persen pada tahun 2024 menjadi 7,6 persen pada akhir tahun 2025. Capaian ini menempatkan Pringsewu sebagai salah satu daerah dengan penurunan angka kemiskinan terbaik di Provinsi Lampung.
Melalui pengembangan usaha berbasis MOCAF dan berbagai program pemberdayaan lainnya, Pemerintah Kabupaten Pringsewu berharap keluarga penerima manfaat dapat semakin mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial di masa mendatang.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong program kesejahteraan sosial yang tidak hanya bersifat bantuan sementara, tetapi juga berorientasi pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Tujuan utama program kesejahteraan sosial adalah membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera secara berkelanjutan,” ujarnya.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)
| 1.000 Warga Pringsewu Terima Bantuan ATENSI 2026 Senilai Rp1 Miliar |
|
|---|
| BNNP Lampung Blender 1.320 Butir Pil Ekstasi dan 14,26 Gram Sabu dari 2 Tersangka |
|
|---|
| Polres Pringsewu Kawal Kunjungan Wamensos RI Agus Jabo Priyono |
|
|---|
| Syarat Pembelian Solar Subsidi bagi Nelayan di SPBN Lempasing Bandar Lampung |
|
|---|
| Tim Urai Satlantas Polres Tanggamus Lancarkan Arus Lalu Lintas di SPBU Banjar Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/SERAHKAN-BANTUAN-Bupati-Pringsewu-Riyanto-Pamungkas.jpg)