Kasus Corona di Pesawaran
Vaksinasi Covid-19 di Lampung, 75 Nakes di Pesawaran Dilatih Vaksinator Selama Tiga Hari
Vaksinasi Covid-19 di Lampung, sebanyak 75 orang tenaga kesehatan di Pesawaran menjalani pelatihan vaksinator selama tiga hari.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Robertus Didik
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Vaksinasi Covid-19 di Lampung, sebanyak 75 orang tenaga kesehatan di Pesawaran menjalani pelatihan vaksinator selama tiga hari, 14-16 Januari 2021.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran dr Aila Karyus mengatakan, pelatihan tersebut secara daring.
"Untuk kesiapan vaksinator, mulai Kamis, sampai dengan Sabtu dilatih oleh pusat secara daring," ujarnya, Rabu, 13 Januari 2021.
Pelatihan tersebut, menurut dia, termasuk tata cara melakukan vaksin.
Baca juga: Namanya Masuk Daftar Penerima Vaksin Covid-19 di Lampung, Danrem Mengaku Belum Dapat Undangan
Baca juga: Bupati Lamsel Nanang Optimistis Vaksin Covid-19 Aman
Mulai dari persiapan sampai dengan paska vaksin. Yakni melihat reaksinya setelah divaksin.
Berkaitan dengan vaksin, menurut Aila, berdasar surat dari Kementrian Kesehatan sudah ada di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Sedangkan yang baru didistribusikan itu tiga kabupaten/kota, Metro, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan.
Sementara itu, kabupaten/kota lainnya masih dalam penjadwalan.
Aila mengatakan, untuk menjaga kualitas vaksin, sementara vaksin belum didistribusikan terlebih dahulu.
Sebab, menurut Aila, fasilitas penyimpanan vaksin di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung itu bagus.
Baca juga: Pelaku Pencurian di Kantor Bawaslu Pesawaran Tertangkap
Baca juga: Kapolres Pesawaran Siram 70 Personel yang Terima Kenaikan Pangkat
Karena terdapat cool room yang besar.
Suhunya supaya sesuai dengan kebutuhan vaksin.
"Jadi (vaksin) tetap di sana terlebih dahulu," katanya.
Aila mengatakan, Kabupaten Pesawaran mengajukan vaksin sebanyak 1.453 orang tenaga kesehatan.
Kalaupun masih ada tenaga kesehatan yang belum terdata, kata Aila, untuk tenaga kesehatan tidak perlu khawatir.
Sehingga pada saat pelaksanaan nanti, lanjut Aila, tenaga kesehatan yang belum terdata tetap dilayani.
(Tribunlampung.co.id/Robertus Didik)