Breaking News:

Tribun Lampung Selatan

Warga Way Sulan Keluhkan Kualitas Sembako Beras BPNT

Di Desa Karang Pucung Kecamatan Way Sulan, sebagian kelompok warga keluarga penerima manfaat (KPM) mengeluhan kualitas beras

Istimewa
Beras program BPNT yang dikeluhkan KPM di Way Sulan . 

Laporan Reporter Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Sebagian kelompok warga keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan mengeluhan kualitas beras yang disalurkan oleh supplier ke e-warung setempat.

Menurut warga, paket sembako yang diterima pada bulan ini berbeda dengan bulan sebelumnya. Beras yang diterima berwarna kuning dan ukuran ayamnya lebih kecil dari biasanya.

"Berasnya warnanya agak kuning, kurang pulen bila dimakan. Kalau ayamnya agak kecil. Beda dengan bulan kemarin. Kalau bulan kemarin berasnya bagus," kata seorang ibu rumah tangga KPM BPNT di Desa Karang Pucung, Minggu (17/1).

Baca juga: Bupati Tubaba Umar Ahmad Beserta Kapolres Bagikan Masker dan 500 Kg Beras

Sementara seorang warga lainnya juga mengakui, kualitas beras BPNT dari e-warung yang turun bulan ini berwarna agak kuning. Memiliki rasa yang agak berbeda dengan bulan sebelumnya."Bulan depan kita berharap berasnya kembali putih, dan kualitasnya lebih baik lagi," terang AW, KPM lainnya.

Selain kualitas beras yang dinilai kurang baik, paket daging ayam bulan ini ukurannya lebih kecil dibanding bulan sebelumnya. Sebagian warga KPM di Desa Karang Pucung mengaku menerima 10 kg beras, ayam, 1 kilogram telur, 1 kilogram kentang, sekira ¼ kilogram kacang hijau dan tiga buah pir.

Baca juga: Babinsa Langkapura Baru Bantu Pengamanan Pembagian BPNT ke Warga

Sementara, Parti, seorang pengelola e-warung di Kecamatan Way Sulan mengakui beras yang dikirim bulan ini berbeda. Namun itu hanya beberapa sak saja. Ini karena masalah teknis. "Memang kemarin ada yang rusak, tapi sudah dipulangkan. Alasan suppliernya karena berasnya rebutan. Tapi itu sudah dipulangkan," katanya.

Dia menambahkan, supplier BNPT di Desa Way Sulan saat ini sudah berganti karena habis kontrak. "Itu supplier kita memang udah ganti karena habis kontrak, kalau dulu pakai perusahaan di Kalianda, kami juga gak ada hak nunjuk atau ganti suppliernya, karena itu tugas pendamping," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Dulkahar sejauh ini belum memberikan tanggapannya. Pesan WA dikirim belum berbalas.(Tribunlampung/Dedi Sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved