Breaking News:

Lampung Selatan

Santri Ponpes di Natar Lampung Selatan Ditangkap karena Cabuli 4 Adik Kelas yang juga Laki-laki

Seorang santri sebuah pondok pesantren di Natar, Lampung Selatan berurusan dengan polisi karena diduga mencabuli adik kelasnya.

grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Seorang santri pondok pesantren di Kecamatan Natar, Lampung Selatan ditangkap polisi karena diduga mencabuli adik kelasnya. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Seorang santri pondok pesantren di Kecamatan Natar, Lampung Selatan terpaksa berurusan dengan polisi karena diduga mencabuli adik kelasnya.

Santri tersebut berinisial SU (18), warga Lampung Barat.

SU dilaporkan ke polisi dengan tuduhan mencabuli santri laki-laki berinisial MF (13).

SU ditangkap anggota Polsek Natar pada Sabtu (16/1/2021) atas laporan LP/B-134/1/2021/RESLAMSEL/SEK NATAR per 14 Januari 2021.

Baca juga: Modus Pengobatan Tepok Jidat Sebelum terapi, Dukun Cabul Setubuhi 7 Istri Murid-muridnya, Kini Buron

Baca juga: Dukun Cabul Perdaya Istri Orang di Kamar Hotel, Sebelumnya Minta Syarat ke Suami Korban

Panit II Unit Reskrim Polsek Natar Aiptu Susanto membenarkan penangkapan SU atas perkara pencabulan.

"Ya, pelaku diamankan pada Sabtu 16 Januari 2021, usai adanya laporan dari ibu korban," ungkap Susanto dalam ekspose di Mapolsek Natar, Senin (18/1/2021).

Setelah laporan masuk, pihaknya melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan kepada saksi-saksi.

"Kami juga cek TKP serta meminta visum et repertum. Lalu kami gelar perkara dan tangkap SU," bebernya.

Susanto mengatakan, SU mengakui semua perbuatannya.

Baca juga: Bertambah 7 Kasus Positif Covid-19 di Lampung Selatan

Baca juga: Kalianda Catat Prestasi Baru Peringkat 2 Kasus Positif Covid-19 di Lampung Selatan

"Dari pengakuan (SU), total ada empat korban. Perbuatannya sejak 2019 sampai 2021," bebernya.

Susanto menambahkan, SU melakukan perbuatan tak senonoh itu saat korbannya sedang tidur.

"Rata-rata korban sebelumnya bisa (dicabuli) lima sampai enam kali," tandasnya.

Sementara itu, SU mengaku telah mencabuli MF saat sedang tidur.

"Pas bangun, saya suruh diam," ujar SU kepada awak media.

SU mengaku juga melakukan perbuatan bejatnya terhadap santri laki-laki lainnya.

"Kalau santri wanita, takut hamil. Ada empat, termasuk MF," timpalnya.

SU mengaku melakukan perbuatan bejat itu karena terpengaruh film porno.

"Liatnya dari HP milik temen. Nontonnya setiap Jumat aja, saat libur," imbuhnya.

Dicabuli Driver Ojol

Kasus pencabulan di wilayah Lampung Selatan juga dialami seorang gadis di bawah umur.

Seorang pria yang berprofesi sebagai driver ojek online diamankan Polsek Tanjung Bintang.

Tersangka berinisial He (30) itu dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap seorang remaja putri di bawah umur.

Warga Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan itu diduga mencabuli DSP (16).

Kapolsek Tanjung Bintang AKP Talen Hapis mengatakan, He melakukan perbuatan bejat itu berkali-kali.

Aksi pencabulan pertama kali terjadi pada September 2020 lalu.

Saat itu pencabulan dilakukan di rumah paman tersangka.

Bermula saat tersangka mendatangi rumah pamannya sekitar pukul 24.00 WIB.

Ia melihat korban sedang tertidur pulas bersama adik tersangka.

Ketika itulah tersangka melakukan tindakan asusila terhadap korban.

“Saat melakukan aksinya, tersangka ini mengancam korban untuk tidak berteriak,” kata AKP Talen Hapis, Kamis (14/1/2021).

Beberapa hari kemudian, tersangka kembali mengulangi perbuatannya.

Kali ini terjadi di rumah korban.

Tersangka masuk ke kamar korban sekira pukul 01.00 WIB melalui jendela.

“Kembali tersangka mengancam korban. Karena takut, korban pun pasrah ketika tersangka memaksa melakukan hubungan intim,” ujar AKP Talen Hapis.

Setidaknya empat kali tersangka melakukan perbuatan bejatnya dengan modus yang sama.

Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma.

Ia pun sempat pergi ke Jakarta untuk menenangkan diri sekaligus menghindari tersangka.

Pada 6 Januari 2021, korban pulang ke rumah orangtuanya dalam kondisi masih trauma.

Ia sering murung di dalam kamar.

"Orangtua korban pun curiga, lalu bertanya. Korban pun menceritakan peristiwa yang dialaminya jika dirinya telah dicabuli oleh tersangka sebanyak empat kali,” terang Talen.

Tidak terima dengan perbuatan tersangka, ibu korban pun melapor ke Polsek Tanjung Bintang.

Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online di Bandar Lampung itu diamankan polisi, Rabu (13/1/2021) lalu.

He pun mengakui semua perbuatannya.

Tersangka saat ini diamankan di Mapolsek Tanjung Bintang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban.

Ia akan dijerat pasal 81 jo 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang.

Baca juga: KSKP Bakauheni Lampung Selatan Amankan Ribuan Burung Hutan Liar Tanpa Dokumen

Ancaman pidananya paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa/Dedi Sutomo)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved