Breaking News:

Pilkada Bandar Lampung 2020

Demokrat Sayangkan Sikap Mendagri Tito Karnavian, Imer Darius: Ubah Dahulu UU Pemilu

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Imer Darius mengatakan, komentar yang disampaikan oleh Mendagri sangat disayangkan.

Dok Imer Darius
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Imer Darius menyayangkan sikap Mendagri Tito Karnavian terkait putusan Bawaslu mendiskualifikasi paslon Pilkada Serentak 2020. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait putusan Bawaslu mendiskualifikasi paslon Pilkada Serentak 2020 berbuntut panjang.

DPP Demokrat pun menyayangkan sikap Tito Karnavian.

Mendagri Tito Karnavian mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia agar menyudahi mendiskualifikasi pasangan calon kepala daerah jika pemenang sudah hampir ditetapkan oleh KPU.

Menurut mantan Kapolri itu, menganulir hasil kemenangan pihak tertentu secara langsung dengan 'tangan' penyelenggara pemilu memiliki kerawanan tinggi dari sudut pandang keamanan.

Baca juga: Mendagri Minta Paslon Pemenang Tidak Didiskualifikasi, Begini Respons Bawaslu Lampung

Baca juga: Eks Komisioner KPU Sebut Eva Dwiana-Deddy Amarullah Berpeluang Besar Menang di MA

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Imer Darius mengatakan, sikap dan komentar yang disampaikan oleh Mendagri tersebut sangat disayangkan. 

Menurut politisi asal Lampung ini, Mendagri harus netral dan tidak berpihak kepada calon tertentu dengan komentar yang kontraproduktif.

Imer Darius menambahkan, Mendagri wajib tunduk pada undang-undang, baik dalam sikap maupun pernyataannya. 

"Jika Mendagri melarang pihak-pihak yang ikut dalam pilkada menggugat setelah ada pemenang, maka ubah dahulu undang-undang pemilu yang memungkinkan adanya mekanisme sengketa setelah hari H pemilihan. Karena pelanggaran itu banyak terjadi di hari H atau seminggu sebelum pencoblosan," jelas Imer Darius, Rabu (20/1/2021).

Selain itu, Imer menyebut bahwa Mendagri terlalu terburu-buru mengeluarkan pernyataan tanpa memahami aturan pilkada secara baik. 

Baca juga: Disdikbud Lampung Lantik 26 Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Jenjang SMA/SMK se-Lampung

Baca juga: Lagi Salat Magrib, Motor Guru Ngaji Digondol Pencuri di Masjid Way Huwi

Halaman
12
Penulis: kiki adipratama
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved