Breaking News:

Lampung Selatan

Suara Dentuman yang Terdengar di Tanggamus Bukan Berasal dari Gunung Anak Krakatau

Andi menegaskan, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih normal. Dari data magma VAR (vulcanic activity report), tidak ada embusan dan aktivitas lainnya.

tribunlampung.co.id/dedi sutomo
Ilustrasi. Suara dentuman yang terdengar di sebagian wilayah Kabupaten Tanggamus pada Kamis (28/1/2021) malam dipastikan bukan berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Suara dentuman yang terdengar di sebagian wilayah Kabupaten Tanggamus pada Kamis (28/1/2021) malam dipastikan bukan berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Hal itu dikatakan Andi Suardi, penanggung jawab Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Rajabasa.

“Bukan dari aktivitas GAK. Untuk aktivitas GAK normal saja,” kata Andi Suardi kepada Tribunlampung.co.id, Jumat (29/1/2021).

Andi menegaskan, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih normal.

Gunung Anak Krakatau Terpantau Keluarkan Asap Putih

Pemandian Alami WTC di Taman Baru, Lampung Selatan Mulai Ramai Dikunjungi Pemburu Tempat Wisata  

Dari data magma VAR (vulcanic activity report), tidak ada embusan dan aktivitas lainnya.

Untuk kegempaan hanya ada gempa microtremor yang terekam dengan amplitudo 2-20 mm. Tetapi dominan 4 mm.

“Tidak ada aktivitas kegempaan, seperti vulkanik dalam dan vulkanik dangkal,” kata dia.

Andi mengatakan, status Gunung Anak Krakatau masih di level II atau waspada.

Warga dan nelayan dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 2 kilometer.

Suara dentuman misterius sempat menghebohkan warga di beberapa daerah, seperti Tanggamus, Pringsewu, dan Lampung Utara.

Suara dentuman tersebut sempat menjadi viral di media sosial. ( Tribunlampung.co.id / Dedi Sutomo )

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved