Lampung Barat

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Tinjau Proyek PLTM di Batu Brak

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus melakukan kunjungan kerja ke PT Tiga Oregon Putra di Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat.

Tayang:
Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Nanda Tizar
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus (topi merah sebelah kiri) beserta jajaran tiba di PT Tiga Oregon Putra di Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat untuk melakukan tinjauan mengenai pengerjaan proyek PLTM, Selasa (2/2/2021). 

Dalam pengerjaannya, proyek tersebut menimbulkan persoalan di tengah-tengah masyarakat.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus beserta jajaran tiba di PT Tiga Oregon Putra di Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat untuk melakukan tinjauan mengenai pengerjaan proyek PLTM, Selasa (2/2/2021).
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus beserta jajaran tiba di PT Tiga Oregon Putra di Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat untuk melakukan tinjauan mengenai pengerjaan proyek PLTM, Selasa (2/2/2021). (Tribunlampung.co.id/Nanda Tizar)

Utamanya masyarakat Pekon Balak dan Pekon Kegeringan yang merupakan tempat berlangsungnya pengerjaan proyek PLTM itu.

Sejumlah masyarakat mengeluhkan aktivitas perusahaan yang berdampak pada kerusakan, berupa longsor akibat penyempitan aliran sungai, jalanan yang rusak, hingga rusaknya kebun warga.

"Terkait jalanan rusak, saya belum melakukan peninjauan secara langsung di mana saja spot-spot jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat," kata Parosil Mabsus.

Namun, ia mengaku, sudah ada pembicaraan dengan pihak perusahan mengenai jalanan rusak di Pekon Kota Besi, Batu Brak, Lampung Barat.

"Perusahaan sudah melakukan pembicaraan dengan bupati, nanti akan kita selesaikan mana saja yang rusak," ungkapnya.

Sedangkan, jalan rusak yang menghubungkan Pekon Sukabumi, Batu Brak menuju Suoh, terus Parosil, sedang ditangani pihak Pemprov Lampung.

"Sebetulnya, dari kapasitas tonase kendaraan sudah sesuai standar tonase jalan," ujar Parosil Mabsus.

"Jadi, sekarang provinsi sedang melakukan penanganan kerusakan jalan," sambungnya.

Ketika ditanyakan mengenai dugaan longsor akibat aktivitas PT Tiga Oregon Putra yang mengenai perkebunan warga, Parosil mengaku, siap memfasilitasi untuk dilakukan mediasi antarpihak pemangku kepentingan.

"Apabila memang diakibatkan aktivitas dari PT Tiga Oregon Putra, maka akan kita fasilitasi untuk melakukan mediasi," terangnya.

Ia mengharapkan, pengerjaan proyek PLTM tersebut tidak boleh berhenti dan masyarakat bersedia memberikan dukungannya.

Jika ditemui kendala, ia meminta, semua pihak pemangku kepentingan menyelesaikannya secara baik-baik.

"Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan," tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani )

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved