Breaking News:

Bocah Tenggelam di Metro

Bocah Tenggelam Sempat Diberi Pertolongan, Ali: Nadi Nggak Ada

Saksi mata Ali Sansoso mengaku bersama tiga warga lain mencari korban tenggelam di empang kosong Jalan Madukoro, Tejosari.

Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak
Warga melayat ke kediaman bocah yang tewas tenggelam di Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Jumat (12/2/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Seorang bocah ditemukan tewas tenggelam di kolam kosong di Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Jumat (12/2/2021).

Bocah berinisial ANJR (9) itu diduga tenggelam antara pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Saksi mata Ali Sansoso mengaku bersama tiga warga lain mencari korban tenggelam di empang kosong Jalan Madukoro, Tejosari.

"Memang dalam kolam itu. Mulai dari 100 sampai 170 sentimeterlah. Kita juga kelelap masuk situ. Kita nyebur ke dalam, karena enggak ada yang ngambang kan. Sekitar 5 sampai 10 menitanlah baru ketemu. Itu di dasar," bebernya.

Baca juga: BREAKING NEWS Baru Kuras Kolam Ikan, Warga Metro Kaget Ada Bocah Tewas Tenggelam

Baca juga: Pamit Pergi Belajar Kelompok, Pelajar di Mesuji Ditemukan Tewas Tenggelam di Galian Eskavator

Ali menjelaskan, warga langsung memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Korban diangkat ke permukaan dan dipompa pada bagian dada.

"Waktu pertama kita pompa itu banyak keluar air dari mulut. Tapi ya nadi enggak ada. Kita bawa lari ke musala, ada Bu Bidan juga. Dipompa-pompa, dibantu oksigen juga. Tapi ya itu, korban tidak selamat," imbuhnya.

Ali Santoso bersama warga lain sempat berada di dekat lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.

"Kita di sana nguras kolam, mau ambil ikan. Nah, pas hujan deras turun ya pada pulang ke rumah. Ngopi sambil nunggu reda. Sekitar jam 15.30 WIB sampai 16.00 WIB, kita balik lagi ke kolam karena hujan berhenti," ujarnya.

Saat tiba di kolam miliknya, ada dua anak kecil teriak minta tolong karena rekannya tenggelam.

Bersama warga lain, Ali kemudian menghampiri korban.

"Katanya temannya itu di kolam kosong itu. Ya kita langsung lari ke sana. Sekitar 100 meter sampai 200 meterlah jaraknya," beber Ali.

"Kita masuk, korban kita temukan di bawah. Di dasar. Belum ngambang. Tapi sudah biru semua. Nadinya kita cek enggak ada," tandasnya. ( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved