Bandar Lampung

BMKG Minta Warga Lampung Waspada Gempa Kembar, Bisa Jadi Baru Awalan

2 gempa di selatan Lampung menjadi perhatian BMKG, karena sebelumnya aktivitas kegempaan di Enggano, Bengkulu, juga belum selesai

Grafis Tribun Timur.com
Ilustrasi genpa bumi. 2 gempa di selatan Lampung menjadi perhatian BMKG, karena sebelumnya aktivitas kegempaan di Enggano, Bengkulu, juga belum selesai 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Masyarakat Lampung diminta waspada menyusul terjadinya dua gempa bumi yang mengguncang wilayah Lampung pada Sabtu (13/2/2021).

Kepala Bidang Mitigasi Bencana Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono meminta masyarakat waspada jika ada gempa susulan.

Apalagi, gempa kembar yang terjadi di wilayah selatan Lampung tersebut terjadi di zona megathrust

Melihat titik terjadinya ada di zona megathrust, Daryono khawatir dua gempa yang terjadi tadi hanya sebagai pembuka gempa lainnya pada waktu yang akan datang.

Baca juga: Gempa di Lampung, Gempa Magnitudo 5.5 Guncang Pesisir Barat

Baca juga: Detik-detik Gempa di Majene Terekam Bocah saat Ngevlog: Ma Gempa, Selamatkan Aku

Untuk itu, semua pihak diminta lebih waspada.

BMKG mengeluarkan informasi bahwa gempa-gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meski kedalamannya cukup dangkal.

Daryono mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera menjauhi wilayah pantai jika kembali terjadi gempa besar.

"Masyarakat pesisir juga harus kian waspada, jika merasakan gempa kuat dan sedang ada di pantai, sebaiknya segera meninggalkan pantai, karena enggak tahu gempa itu berpotensi tsunami atau tidak," kata Daryono.

Dua guncangan gempa bumi dengan kekuatan di atas magnitudo 5 terjadi di perairan barat daya Pesisir Barat, Lampung, pada hari ini, Sabtu (13/2/2021) pukul 11.18 WIB dan 11.30 WIB.

Bukan hanya waktu, merujuk informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Twitter, kedua gempa terjadi di titik yang juga berdekatan.

Gempa pertama berada di titik 6,81 LS, 103,30 BT atau 193 km barat daya Pesisir Barat, Lampung.

Sementara, gempa kedua ada di 6,34 LS, 103,57 BT atau 134 km barat daya pesisir barat Lampung.

Episentrum dari masing-masing gempa terjadi di kedalaman 10 km.

Kepala Bidang Mitigasi Bencana Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyebutnya sebagai gempa kembar atau doublet earthquake.

"Itu tadi bisa disebut sebagai gempa kembar atau doublet earthquake. Selisihnya hanya 12 menit," kata Daryono saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (13/2/2021).

Ia mengatakan, dua gempa dapat disebut sebagai sebagai gempa kembar atau doublet earthquake harus memenuhi 3 aspek yaitu waktu, lokasi, dan kekuatan.

Kedua gempa yang mengguncang selatan Lampung itu memenuhi ketiganya, terjadi di lokasi dan waktu yang hampir berdekatan, juga memiliki kekuatan yang nyaris sama.

Akan tetapi, ia membantah jika terjadinya gempa kembar seperti ini menjadi indikasi akan terjadi fenomena lain setelahnya.

"Oh enggak, enggak ada (mengindikasikan apa pun). Tapi yang pasti dengan kekuatan yang 5 itu kan patut kita cermati.

Gempa kembar pernah terjadi di Lombok, di Bengkulu tahun 2007 itu juga pernah, ini memang menarik dengan ada peningkatan (aktivitas kegempaan di Enggano) ini," ujar Daryono.

Daryono menjelaskan, dua gempa yang terjadi di selatan Lampung masih menjadi perhatian BMKG, karena sebelumnya aktivitas kegempaan di Enggano, Bengkulu, juga belum selesai sejak Januari lalu.

"Dengan meningkatnya aktivitas di Enggano, Bengkulu, dan selatan Lampung ini, kami BMKG akan terus memantau apakah ini hanya sekadar aktivitas biasa yang kemudian luruh dan selesai, ataukah ada berikutnya," kata dia.

Artikel ini telah tayang di kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved