Bandar Lampung
BMKG Lampung Prakirakan Puncak Musim Penghujan Berlangsung hingga Akhir Februari 2021
BMKG Lampung memprakirakan jika puncak musim penghujan masih akan berlangsung hingga akhir Februari 2021 mendatang.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung memprakirakan jika puncak musim penghujan masih akan berlangsung hingga akhir Februari 2021 mendatang.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudy Haryanto mengungkapkan, puncak musim penghujan patut diwaspadai karena cenderung terjadi cuaca ekstrem.
"Kita prakirakan potensi untuk terjadi cuaca ekstrem masih ada apalagi di bulan puncak musim penghujan seperti Februari ini," beber dia saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Rabu (17/2/2021) sore.
Saat cuaca ekstrem terjadi, bisa menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang dan kilat petir.
Baca juga: BMKG Prakirakan Musim Hujan di Lampung Berlangsung hingga April 2021
Baca juga: BMKG Minta Warga Lampung Waspada Gempa Kembar, Bisa Jadi Baru Awalan
Untuk itu dia mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap dampak yang ditimbulkan.
Seperti pohon tumbang, banjir, genangan air,hingga tanah longsor.
"Bagi masyarakat yang daerahnya kerap terjadi genangan atau banjir atau tanah longsor agar waspada dan melakukan mitigasi atau persiapan dini," jelasnya.
Masyarakat penting menyiapkan tas tanggap bencana berisi peralatan kesehatan, pakaian, dan juga makanan.
"Bulan yang paling banyak jumlah curah hujannya diprediksi masih berlangsung hingga Februari berakhir. Setelah Februari jumlah curah hujannya mulai berkurang," imbuhnya.
Namun begitu, sambung dia, berkurangnya intensitas hujan tidak berarti langsung tidak terjadi hujan lagi.
Baca juga: Kecelakaan di Tol Lampung, Pikap Oleng Tabrak Truk Tronton yang Berhenti, 1 Tewas 1 Luka Berat
Baca juga: Segarnya Orange Marmaland ala Kedai Ice Boba Bikin Nagih
"Hujan masih akan terjadi di Maret dengan intensitas lebih rendah dan diprakirakan pertengahan atau akhir April sudah masuk musim pancaroba," kata Rudy.
Selain itu BMKG Lampung juga mengimbau masyarakat agar waspada bencana gempa bumi.
Terjadinya gempa yang lebih banyak dibanding sebelumnya menurutnya sejauh ini tidak berdampak secara langsung kepada masyarakat atau menimbulkan kerugian jiwa maupun harta.
"Karakteristik terjadinya gempa adalah membuang tenaga atau kekuatan di lempeng bumi, ketika sering terjadi gempa sebenarnya relatif lebih baik untuk wilayah daratan dan sekitarnya," kata dia.
Justru menurutnya lebih menakutkan jika terjadinya gempa sangat jarang.
"Dengan seringnya terjadi gempa seperti di Pesisir Barat, Pesawaran, hingga Tanggamus, masyarakat menyikapinya agar jangan panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG," tandasnya.
( Tribunlampung.co.id / Sulis Setia M )