Kunci Jawaban Buku Tematik

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 4 Halaman 75 Hebatnya Cita-citaku

Kunci jawaban Tema 6 Kelas 4 Halaman 75 Subtema 3 Pembelajaran 6 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 tentang Hebatnya Cita-Citaku

Penulis: Resky Mertarega S | Editor: romi rinando
Tribunnews.com
Ilustrasi. Kunci jawaban Tema 6 Kelas 4 Halaman 75 Subtema 3 Pembelajaran 6 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Berikut, Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 4 Halaman 75 Subtema 3 Pembelajaran 6 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 tentang Hebatnya Cita-Citaku.

Dalam Tema 6, kunci jawaban buku tematik mengusung judul Cita-citaku, Subtema 2 Buku Tematik berjudul Hebatnya Cita-Citaku.

Sebelum melihat kunci jawaban Buku Tematik, siswa dapat terlebih dahulu memahami soal kemudian menjawabnya sendiri.

Kunci jawaban pada artikel ini digunakan sebagai panduan oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.

Berikut ini kunci jawaban Tema 6 Kelas 4 Halaman 75 Subtema 3 Pembelajaran 6 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 tentang Hebatnya Cita-Citaku:

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 3 Halaman 47 tentang BBM

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 4 Halaman 87 Buku Tematik tentang Alat Musik Garantung

Bacalah teks berikut dengan saksama!

Kisah Seorang Penari Gandrung Banyuwangi

Seorang ibu bernama Supinah, mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai seorang penari Gandrung. Tari Gandrung berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur yang sudah ada sejak zaman penjajahan kolonial Belanda.

Tari Gandrung merupakan tari penyampai pesan untuk para pejuang yang bergerilya pada Perang Puputan Bayu tahun 1771. Oleh karenanya, pada awalnya penari Gandrung adalah lakilaki.

Pada tahun 1895 mulai muncul generasi penari gandrung wanita. Ibu Supinah mulai menjadi penari Gandrung pada usia 14 tahun, yaitu sejak tahun 1979.

Ibu Supinah belajar pada sebuah kelompok Tari Gandrung yang dipimpin oleh Akidah, yaitu Gandrung Akidah. Di sana Bu Supinah belajar dengan rajin sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, diperkenankan menari di pentas.

Saat itu, Ibu Supinah sering tampil di pentas untuk acara-acara tertentu seperti undangan atau perkawinan yang biasa digelar di masyarakat Banyuwangi. Ibu Supinah tidak pernah menyesali keputusannya untuk menjadi seorang penari Gandrung.

Ibu Supinah bangga karena tari Gandrung melambangkan kesuburan. Ibu Supinah bahkan pernah diundang menari ke mancanegara, seperti Amerika, Korea, dan Cina.

Ibu Supinah tidak menyangka bahwa profesinya sebagai penari Gandrung mendapatkan penghormatan yang tinggi. Ibu Supinah bangga telah mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat di mancanegara.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved