Breaking News:

UMKM Lampung

Pelaku UMKM Kerupuk Kemplang di Bandar Lampung Alami Penurunan Omzet hingga 50 Persen

Tak dapat disangkal jika pandemi Covid 19 berdampak ke semua sektor, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Rumah produksi kerupuk yang berada di Jalan Ikan Julung, Skip Rahayu, Bumi Waras, Bandar Lampung kini tak seramai waktu sebelum pandemi mewabah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tak dapat disangkal jika pandemi Covid 19 berdampak ke semua sektor, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Satu di antaranya yang dialami Zulfikar (45), pengusaha kerupuk kemplang ikan 32 yang ia rintis sejak tahun 1997 ini nyaris gulung tikar.

Bagaimana tidak, rumah produksi kerupuk yang berada di Jalan Ikan Julung, Skip Rahayu, Bumi Waras, Bandar Lampung kini tak seramai waktu sebelum pandemi mewabah.

Zulfikar menyebut, produksi kerupak ikan miliknya juga mengalami penurunan lebih dari 50 persen.

Baca juga: Driver Ojol Jadi Korban Curanmor di Bandar Lampung, Kaget Lihat Pintu Rumah Terbuka

Baca juga: DPP PKS Lantik 183 Pengurus DPW PKS Lampung

"Kalau dulu sehari bisa jual sampe 500 bungkus," ujar Zulfikar, Senin (22/2/2021).

Agar tetap berproduksi, Zulfikar terpaksa mencari alternatif lain. Ia menyebut sempat mencari suntikan dana di Bank agar usahanya masih tetap jalan.

"Kalau gak pinjam modal dari bank bagaimana bisa jalan, mau gak mau cari pinjaman," kata Zulfikar.

Oleh karena itu ia berharap perhatian dari pemerintah.

Pasalnya, sampai saat ini ia dan sejumlah pengusaha kerupuk lainnya sama sekali tak tersentuh bantuan dari pemerintah.

Zulfikar mengatakan, kerupuk ikan buatannya dijual Rp 3.500 Perbungkus.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Lampung Kamis, 22 Februari 2021, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Baca juga: 785 Personel Polda Lampung Terlibat Pengamanan Pilkakon Pringsewu 2021

Selain datang langsung ke rumah, Ia juga kerap mendistribusikan langsung ke pasar tradisional yang ada di Bandar Lampung.

Seperti pasar kangkung, pasar panjang, pasar cimeng dan sejumlah toko dan warung warung kecil lainnya.

"Bahan bahannya tepung tapioka dan minyak sayur, ikan tenggiri. Terkadang kalau tenggiri mahal kita ganti jenis ikan lainnya," kata Zulfikar.

( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )

Penulis: joeviter muhammad
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved