Rumah Sakit Imanuel
Mengenal Azzospermia
Azzospermia adalah hasil dari analisis sperma di mana tidak ditemukan spermatozoa pada pemeriksaan minimal 2x dengan melakukan pemusingan (sentrifuge)
Penulis: Advertorial Tribun Lampung | Editor: Advertorial Tribun Lampung
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Azzospermia adalah hasil dari analisis sperma di mana tidak ditemukan spermatozoa pada pemeriksaan minimal 2x dengan melakukan pemusingan (sentrifuge). Azoospermia dapat disebabkan karena obstruksi (saluran sperma buntu) atau tidak buntu.
Azoospermia karena pembuntuan saluran sperma disebabkan oleh infeksi (terutama karena penyakit menular seksual) maupun genetik (tidak terbentuknya sebagian saluran sperma).
Azoospermia bukan karena pembuntuan saluran sperma disebabkan oleh trauma testis, Cryptorchidismus (testis tidak turun pada tempatnya/skrotum), tumor kepala, pasca radiasi/kemoterapi.
Genetic yang menyebabkan gangguan perkembangan organ seksual maupun gangguan poros hypothalamus-hypophisistestis.
Bagaimana penanganan pada laki-laki dengan azzospermia? Pertama kali dokter akan menentukan azoospermia disebabkan karena pembuntuan saluran sperma atau bukan, bila azoospermia disebabkan karena buntunya saluran sperma, tindakan selanjutnya adalah menentukan letak kebuntuan dan mencari sperma (ductus ejaculatorius, vas deferens, epididimis).
Pada azoospermia yang tidak disebabkan pembuntuan saluran sperma, spermatozoa biasanya masih bisa ditemukan di testis (tubulus seminiferus) dengan TESA/TESE (Testicular Sperm Aspiration/Extraction).
Bila ditemukan spermatozoa, selanjutnya dilakukan bayi tabung dengan IVF/ICSI (In Vitro Fertilization/ Intra Cytoplasmic Sperm Injection.
Pada kasus tertentu, kadang spermatozoa tidak berhasil didapatkan dengan berbagai teknik yang sekarang ada.
Pada kasus dengan testis kecil dan/atau nilai FSH tinggi merupakan indikator bahwa di dalam testis tidak terdapat spermatozoa (kegagalan testis primer).
Pasangan yang mendambakan anak setelah 1 tahun menikah dapat disebabkan oleh suami, istri atau keduanya. Untuk laki-laki, pemeriksaan awal yang perlu dilakukan meliputi :
Riwayat seksual, penyakit, genetika, obat- obatan maupun psikologis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan analisis sperma.
Pada pemeriksaan analisis sperma ada beberapa kemungkinan hasil yang didapat:
Normozoospermia
Bila jumlah, gerakan maupun bentuk spermatozoa dalam batas normal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ren-ams.jpg)