Berita Nasional

Kalah Pilkades, Pria Tembok Akses Jalan, Empat Keluarga Terisolasi

Kasus warga tembok akses jalan di Jawa Tengah. Akibatnya, empat keluarga menjadi terisolasi.

Tayang:
Editor: taryono
Kompas.com/Ari Himawan
Tembok yang dibangun menutup akses tiga rumah warga di Desa Widodaren, Petarukan, Pemalang Jawa Tengah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kasus warga tembok akses jalan di Jawa Tengah.

Tepatnya di Desa Widodaren, Petarukan, Kabupaten Pemalang.

Pria disebut tembok akses jalan setelah kalah dalam Pilkades.

Akibatnya, empat keluarga menjadi terisolasi.

Baca juga: Putri Delina Mendadak Menangis pada Natalie Holscher

Baca juga: Motif 16 Pria Wanita Mandi Telanjang Bersama di Pandeglang

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Widodaren, Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Namun, pemilik tanah mengklaim bahwa pembangunan tembok bukan karena kontestasi Pilkades.

Warga setempat yang juga pembeli tanah yang dibangun tembok permanen tersebut, Tri Budi, menuturkan, akses jalan itu telah dibeli seharga Rp 100 juta dan uang muka sebesar Rp 50 juta dibayarkan pada 18 Februari 2020.

Namun, uang tersebut dikembalikan secara sepihak melalui menantunya sebelum pelaksanaan Pilkades Desember 2020.

Tri Budi menambahkan, ia membeli tanah tersebut dari Sukendro dengan lebar depan 3,33 meter dan lebar belakang 3,66 meter.

"Setelah kalah pilkades dibangun tembok ditutup mulai 27 Februari 2021 sampai sekarang. Tiga rumah dari tiga kepala keluarga (KK) yakni milik ayah saya Suharto, terus ada Pak Kismanto, Agus, dan Amsori tertutup akses jalannya. Saya juga tidak tahu alasan penutupan apa," kata Budi, Rabu (10/3/2021).

Warga tidak bisa keluar masuk karena akses jalan tertutup oleh bangunan setinggi antara 2,5- 3 meter.

Satu-satunya jalan adalah memutar, itu pun melalui saluran air atau got yang kalau tidak hati-hati bisa terperosok.

"Saya tidak tahu permasalahannya apa, sampai ditutup begini jalannya. Kami hanya bisa melaporkan kasus ini ke pemerintah desa," tambah Budi.

Sementara itu, Kepala Desa Widodaren, Nasikin mengatakan menerima laporan kasus tersebut.

Pihaknya sudah mengundang kedua belah pihak yang bersengketa dua kali, tetapi pemilik tanah tidak hadir karena sakit.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved