Breaking News:

Advertorial

Klasika Gelar Kelas Mondok Angkatan 9 untuk 10 Peserta

Kelompok Studi Kader (Klasika) kembali mengelar Kelas Mondok Angkatan 9. Pendaftaran dibuka mulai 8-14 Maret 2021 untuk 10 peserta.

ADV
Klasika Gelar Kelas Mondok Angkatan 9 untuk 10 Peserta. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kelompok Studi Kader (Klasika) kembali mengelar Kelas Mondok Angkatan 9. Pendaftaran dibuka mulai 8-14 Maret 2021 untuk 10 peserta.

Direktur Klasika, Ahmad Mufid, menyampaikan Kelas Mondok kali ini mengusung tema “Problem Aku dan Delusi Realitas”.

Tema ini diangkat dilatarbelakangi oleh kemajuan zaman yang berdampak pada mudahnya masyarakat mengakses berbagai informasi. Namun, kemudahan mengakses informasi tersebut menyisakan pertanyaan di masyarakat, ihwal ini dikarenakan banyaknya klaim kebenaran dari berbagai golongan.

Klaim kebenaran yang bertebaran diberbagai media itu pada akhirnya menghantarakan masyarakat pada ketidakmenenetuan mana yang akan ia pilih sebagai kebenaran yang nyata.

"Ihwal kegagapan dan kebingungan menghadapi realitas inilah yang menjadi pemicu hadirnya delusi realitas, yang menempatkan “Aku” berada dalam problem eksistensialnya," Ungkapnya, Rabu, 10 Maret 2021”.

Subjek atau “Aku” ditengah Delusi Realitas diambang ketidakmenentuan memilih apa yang ia butuhkan dan apa yang ia inginkan, mana yang tepat dan tidak tepat serta mana yang logis dan tidak logis.

Berangkat dari hal demikian Subjek mestilah terang melihat sebuah realitas, agar ia tidak mudah terbawa oleh realitas yang cair dan sarat akan permukaan.

Darisanalah ia akan menjadi subjek yang memahami realitas dengan utuh bahkan hadir sebagai subjek yang mengintervensi realitas seturut dengan pengetahuan yang ia miliki yang tentunya mengarah pada kebermanfaataan pada dirinya dan lingkunganya.

Untuk itulah “Problem Aku dan Delusi Realitas” dijadikan sebagai tema atau ide pokok dalam kelas mondok angkatan 9, ihwal ini ditujukan agar para peserta dari berbagai Universitas di Lampung ini memiliki persepektif dalam membaca realitas.

Dalam kelas yang berlangsung selama 40 hari, para peserta akan belajar berbagai pandangan mulai dari Filsafat Barat hingga Filsafat Timur serta berbagai Pemikiran yang lain. Hal itu agar para peserta memiliki pisau alanisis dalam memandang sebuah realitas.

Sementara itu, penanggung jawab Kelas Mondok, Yogi Prazani, mengatakan kelas ini tidak hanya menyentuh aspek kognitif. Namun, peserta juga dilatih untuk mengasah aspek psikomotorik dan afektif.

Hal itu dilakukan, karena pendidikan formal yang menjadi pendidikan mayoritas di setiap jenjang pendidikan kurang menaruh perhatian lebih pada aspek psikomotorik dan afektif.

Dengan demikian kelas mondok hadir sebagai Pendidikan Alternatif yang mengasah segenap potensi yang inheren didalam diri manusia (Kognitif, Psikomotorik dan Afektif) agar potensi ini termanifes menjadi aktual menjadi berbagai tindakan atau karya.

“Para peserta akan belajar mengoptimalkan tiga center dalam dirinya, yaitu physical, emosional, dan thinking,” ungkapnya. (Advertorial)

Editor: Noval Andriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved