Apa Itu
Apa Itu Bulan, Asal Usul, dan Manfaat Bulan bagi Bumi
Simak informasi berikut ini tentang apa itu bulan, asal usul bulan, dan manfaat bulan bagi bumi.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Riyo Pratama
apa itu bulan
asal usul bulan
manfaat bulan bagi bumi
apa itu
bulan
Tribunlampung.co.id
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Simak penjelasan di bawah ini tentang apa itu bulan, asal usul, dan manfaat bulan bagi bumi.
Dalam tata surya, semua planet memiliki minimal satu satelit alami.
Begitu pula dengan Bumi. Satelit alami Bumi adalah Bulan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bulan memiliki beberapa arti, salah satunya adalah satelit alami yang mengitari bumi, tampak bersinar pada malam hari karena pantulan sinar matahari.
Baca juga: Apa Itu Akta Cerai, Prosedur dan Syarat Mengurus Akta Cerai
Baca juga: Apa Itu Fermentasi
Planet lain pun punya satelit alami, seperti Bumi.
Misalnya Mars, Jupiter, dan Saturnus, ketiga planet tersebut memiliki lebih banyak satelit dibandingkan Bumi.
Mengutip NASA, satelit adalah sebuah obyek yang bergerak mengelilingi obyek yang lebih besar.
Biasanya, istilah satelit digunakan untuk menyebut benda buatan manusia.
Mesin-mesin satelit diluncurkan ke luar angkasa, orbit Bumi atau benda-benda di angkasa.
Bulan disebut sebagai satelit Bumi karena bergerak mengelilingi Bumi.
Baca juga: Apa Itu BMKG Sejarah, Tugas dan Fungsi
Baca juga: Apa Itu Musim
Satelit alami adalah benda langit di luar angkasa yang mengorbit mengelilingi benda yang lebih besar.
Alasan Bulan disebut satelit alami Bumi ada beberapa, di antaranya:
- Bulan adalah satu-satunya benda langit terdekat dengan Bumi.
- Adanya Bulan yang mengorbit Bumi terjadi secara alami.
- Bulan bukan buatan manusia.
Asal Usul tentang Bulan
Dilansir dari Kompas pada Sabtu (18/7/2020), Bulan diperkirakan terbentuk sekitar 4,51 miliar tahun lalu, tidak lama setelah Bumi.
Bulan terbentuk dari puing-puing yang tersisa akibat benturan antara Bumi dan Theia, benda seukuran planet Mars.
Lebar Bulan kurang dari 3.500 kilometer, sekitar seperempat ukuran Bumi. Mengutip NASA, jarak Bulan dari Bumi sekitar 385.000 kilometer.
Bulan mempunyai atmosfer yang sangat tipis. Atmosfer bulan disebut exosphere.
Keseluruhan permukaan Bulan adalah kawah dan lubang akibat tumbukan.
Melansir National Geographic, gravitasi permukaan Bulan hanya seperenam dari Bumi.
Jika bobotmu 60 kilogram di Bumi, maka kamu hanya berbobot 10 kilogram di Bulan.
Mengutip Science Learning Hub, Bulan mengelilingi Bumi dengan kecepatan rata-rata 1 kilometer per detik, waktu sekali orbit adalah 27,3 hari.
Periode waktu ini disebut periode orbital atau periode sidereal.
Tetapi waktu dari satu bulan purnama ke bulan berikutnya adala 29,5 hari, disebut periode sinode.
Waktu tambahan ini terjadi karena perubahan sudut ketika Bumi berputar mengelilingi Matahari.
Bulan tampak seolah bergerak melintasi langit dari timur ke barat, arah yang sama dengan Matahari bergerak. Tetapi sebenarnya tidak demikian.
Bulan sebenarnya mengorbit Bumi dari arah barat ke timur.
Lalu mengapa Bulan terlihat seolah muncul di timur ke barat? Karena rotasi aksial Bumi yang sangat cepat.
Bumi berputar sekali setiap hari, dan Bulan mengorbit Bumi sekali setiap 27,3 hari.
Artinya, gerakan orbital Bulan yang sesungguhnya di sekitar Bumi hanya dapat dilihat secara tidak langsung.
Jarak perpindahan Bulan dalam 1 hari dapat diamati dengan membandingkan posisinya di langit pada satu waktu dengan posisi baru tepat 24 jam kemudian.
Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Kita bisa melihat Bulan dari Bumi karena Bulan seperti cermin, Bulan memantulkan cahaya Matahari.
Separuh sisi Bulan yang sama menghadap ke Bumi setiap saat ke mana pun Bulan bergerak.
Tetapi bagian-bagian lain dari Bulan terkena sinar Matahari, sehingga bisa terlihat berbeda pada waktu berbeda dalam sebulan.
Perubahan yang terlihat dari Bumi ini disebut fase Bulan atau fase Lunar.
Fase bulan atau siklus Bulan adalah waktu yang diperlukan Bulan untuk berubah dari tampak sangat terang dan bulat (Bulan purnama) menjadi sangat kecil dan tipis, lalu kembali menjadi cerah dan bulat lagi.
Siklus Bulan terjadi sekitar empat minggu.
Siklus Bulan terjadi sekitar 13 kali dalam satu tahun. Siklus bulan terjadi sekitar 28 hari, lebih pendek sedikit dari satu bulan kalender.
Manfaat Bulan bagi Bumi
Bulan sangatlah penting bagi Bumi. Hal ini karena Bumi memiliki beberapa fungsi seperti:
1. Bulan membantu menstabilkan iklim planet Bumi
Tanpa Bulan, Bumi mungkin memiliki iklim yang berbeda dari saat ini.
Perbedaan iklim yang terjadi tanpa adanya Bulan akan membatasi pergerakan spesies di seluruh Bumi.
Bahkan sejumlah tanaman dan hewan yang hidup saat ini mungkin akan punah.
2. Bulan membantu memengaruhi pasang surut planet Bumi
Pasang surut berperan penting bagi kehidupan di Bumi.
Aliran pasang surut membawa panas dari khatulistiwa (ekuator) Bumi menuju ke kutub.
Tanpa Bulan, daya tarik pasang surut planet Bumi akan lebih lemah.
Meski masih ada pasang surut akibat gravitasi Matahari.
Tetapi hanya sekitar 40 persen kekuatan dari pasang surut yang dipengaruhi gravitasi Bulan.
3. Bulan membantu menyinari malam hari yang gelap
Tanpa Bulan, malam hari di Bumi akan lebih gelap dan berdampak besar pada aktivitas manusia dan hewan malam.
Hewan yang berburu di malam hari seperti kelelawar dan burung hantu akan lebih sulit menemukan makanannya.
4. Bulan membantu astronot menuju luar angkasa
Para ahli melihat Bulan sebagai batu loncatan astronot ke tempat lain di tata surya.
Tanpa Bulan, tidak akan ada perjalanan ke Bulan bahkan tidak akan ada perjalanan ke ruang angkasa.
Tanpa Bulan, manusia tidak mungkin mengembangkan kemampuan melakukan perjalanan di luar atmosfer Bumi.
5. Bulan membantu memperlambat rotasi Bumi sehingga sehari menjadi 24 jam
Gravitasi Bulan memperlambat rotasi Bumi.
Tanpa Bulan, hari-hari di Bumi jauh lebih pendek.
Miliaran tahun lalu, lama satu hari Bumi hanya sekitar 12 jam.
6. Bulan membantu menstabilkan kemiringan sumbu Bumi
Kemiringan planet Bumi adalah 23,4 derajat dengan sedikit fluktuasi antara 22,1 derajat sampai 24,5 derajat.
Tanpa Bulan yang membantu menstabilkan planet Bumi, fluktuasi kemiringan sumbu Bumi bisa menjadi jauh lebih besar, mencapai 45 derajat.
Artinya, planet Bumi akan berputar di sisinya, seperti Uranus.
Kemiringan ekstrim ini akan berdampak signifikan pada kehidupan di Bumi. Karena menyebabkan perubahan besar pada iklim Bumi.
Setiap setengah wilayah planet Bumi akan mengalami enam bulan siang dan enam bulan malam.
Baca juga: Apa Itu Telaga Warna
Hal ini menjadi bencana bagi aspek pertanian dan kehidupan manusia. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/bulan.jpg)