Berita Nasional

BNPB Ingatkan Pemprov Lampung Soal Potensi Bencana Geologi yang Tinggi

BNPB juga meminta seluruh unsur Pemprov Lampung agar meningkatkan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat, terkait adanya potensi bencana geologi.

AFP/Ferdi Awed
Ilustrasi Gunung Anak Krakatau saat meletus pada 2018 lalu. BNPB meminta seluruh unsur Pemprov Lampung agar meningkatkan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat, terkait adanya potensi bencana geologi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Lampung diingatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana alias BNPB, memperkuat mitigasi bencana.

Selain itu, BNPB juga meminta seluruh unsur Pemprov Lampung agar meningkatkan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat, terkait adanya potensi bencana geologi yang tergolong tinggi di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil kajian dan penelitian lebih lanjut yang dilakukan Direktorat Pemetaan dan Risiko Bencana BNPB, wilayah Lampung setidaknya memiliki tiga potensi risiko yang dapat memicu terjadinya bencana alam.

Pertama adalah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda.

Baca juga: Sahabat Bongkar Kebiasaan Aprilia Manganang di Ruang Ganti dan saat Mandi

Baca juga: Aprilia Manganang Ditegur Hakim saat Sidang Perubahan Nama, Laki Gak Boleh Nangis

Sebagaimana diketahui, aktivitas erupsinya hingga saat ini masih terus terjadi dan masuk pada Level III atau Siaga.

Adapun aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terakhir telah memicu terjadinya peristiwa Tsunami Selat Sunda pada 2018.

Hal tersebut terjadi akibat longsoran bawah laut, dengan total korban pada saat itu mencapai kurang lebih 430 jiwa.

Berdasarkan catatan sejarah, Krakatau pernah meletus pada 1883.

Bahkan, kekuatan letusannya tersebut setara dengan empat kali lipatnya Tsar Bomba, yakni bom nuklir terkuat yang pernah diuji coba Rusia di Pasifik.

Apabila dibandingkan dengan bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada 1945 lalu, maka Tsar Bomba tersebut kekuatannya setara 3.000 kali bom atom Hiroshima.

Baca juga: Suami Pergoki Istri Berduaan di Kamar dengan Pria Lain, Pisau Berbicara

Baca juga: Viral Jembatan 4 Meter Habiskan Anggaran Rp 200 Juta, Warga Sebut Dilapisi Emas

“Krakatau empat kali Tsar Bomba ini,” kata Plt Direktur Pemetaan dan Risiko Bencana, Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima, Sabtu (20/3/2021).

Adapun letusan Krakatau pada masa itu menyebabkan terjadinya lontaran material seluas 41 kilometer kubik yang bisa membuat bukit buatan dengan ketinggian 300 meter.

Menurut catatan, peristiwa tersebut juga memicu terjadinya tsunami dengan ketinggian 9-36 meter.

Kemudian, lontaran sulfurnya mencapai lapisan stratosfer dan terbawa hingga ke wilayah Eropa sehingga menyebabkan perubahan iklim.

Selanjutnya, potensi ancaman kedua adalah adanya Sesar Sunda yang berada di selatan Lampung dan Pulau Jawa bagian barat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved