Apa Itu
Apa Itu Virtex?
Merebaknya virtex pada tahun 2020 sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial Twitter, lalu apa itu Virtex? Simak penjelasan berikut ini.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kita tentu sering mendegar istilah virtex, terutama di awal tahun 2020.
Merebaknya virtex pada tahun itu sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial Twitter.
Tahukah kamu apa itu Virtex? Dan bagaimana Virtex bisa terjadi?
Simak penjelasan mengenai apa itu Virtex dan cara mengetahui bagaimana vistext terjadi.
Dengan begitu kita bisa mengendalikan dampak yang diakibatkan oleh virtex.
Baca juga: Apa Itu Sarkasme
Baca juga: Apa Itu Sistem Politik
Virtex adalah singkatan dari virus text.
Virus Text ini biasanya digunakan untuk menjahili atau mengganggu orang lain.
Untuk lebih pahamnya kita akan membahas virus text (virtex) WhatsApp.
Virtex wa adalah kependekan dari virus text whatsapp yang artinya sekumpulan text yang mengandung karakter atau simbol unik dengan jumlah banyak.
Virtext WA ini akan mengakibatkan error pada whatsapp ketika kita mencoba membacanya.
Baca juga: Apa Itu Resiliensi
Baca juga: Apa Itu NISN
Error yang terjadi disini hanyalah error ringan, seperti tidak berfungi untuk sesaat, lemot atau sebagainya.
Jadi saat ada teman kalian yang bilang istilah ” virtex wa “, maka itu adalah virus text untuk WhatsApp.
Virtex WA ini termasuk ke dalam salah satu tindakan peretasan.
Dilanisr dari laman kompas.com pada (4/4/2021) disebutkan bahwa isu peretasan aplikasi pengiriman pesan WhatsApp memang sempat menjadi bahan perbincangan hangat pada saat itu.
Keramaian ini bermula dari akun WhatsApp milik aktivis Ravio Patra yang diduga diretas.
Menurut berbagai laporan, akun WhatsApp Ravio diambil alih oleh seseorang tak dikenal, lalu digunakan untuk mengirimkan pesan berantai berisi provokasi.
Lantas, bagaimana sebenarnya sebuah akun WhatsApp bisa diretas?
Praktisi keamanan siber, Alfons Tanujaya dari Vaksin.com, membeberkan cara yang kemungkinan bisa dilakukan pelaku peretasan untuk mengambil alih akun WhatsApp korban.
Pelaku akan sengaja masuk ke akun WhatsApp menggunakan nomor WhatsApp calon korban.
Setelah memasukkan nomor, WhatsApp akan mengirim kode OTP yang terdiri dari enam digit atau tautan verifikasi melalui SMS ke nomor calon korban.
Jika tautan verifikasi tersebut diklik, maka akun WhatsApp secara otomatis akan berpindah tangan ke pelaku peretasan.
Namun, menurut Alfons, membuat calon korban mau mengklik tautan atau memberikan kode OTP tersebut tidak mudah.
Oleh sebab itu, pelaku biasanya menggunakan beberapa teknik, salah satunya menggunakan metode rekayasa sosial.
Metode ini biasanya dilakukan pelaku dengan menipu korban, biasanya dengan iming-iming menang undian atau lainnya yang membuat korban akhirnya mau mengetuk tautan atau menyebutkan kode OTP.
Jika cara ini tidak berhasil, kemungkinan peretas menggunakan cara kedua, yakni menyadap SMS calon korban sehingga bisa mendapatkan kode OTP atau tautan verifikasi.
Cara menyadap SMS ini biasanya menggunakan aplikasi pihak ketiga bernama SMS Forwarder.
Namun, menurut Alfons, ponsel korban harus terpasang aplikasi tersebut lebih dulu dan diatur agar bisa meneruskan pesan ke nomor yang dipegang peretas.
Lewat SMS Auto Divert
Selain aplikasi, penyadapan SMS juga bisa dilakukan melalui layanan SMS Auto Divert dari operator seluler dengan menghubungi nomor USSD tertentu sesuai operator yang digunakan di ponsel korban.
Setelah layanan ini aktif, SMS akan diteruskan ke nomor yang dikuasai pelaku.
Jika SMS berhasil didapatkan, maka pelaku bisa dengan mudah memasukkan kode OTP atau mengklik tautan verifikasi yang kemudian menguasai akun WhatsApp korban.
Dalam unggahannya, Alfons mengimbau agar pengguna WhatsApp lebih berhati-hati. "Jangan sampai menyetujui pengalihan akun WhatsApp jika menerima SMS," kata Alfons.
Nah sudah tahu bukan apa itu Virtex, sekarang kamu harus lebih berhati-hati dengan gangguan virus yang satu ini.
Baca juga: Apa Itu Kramagung dalam Naskah Drama
Baca juga: Apa Itu Kudeta, Cek Bedanya dengan Revolusi
Aplikasi seperti WhatsApp kini telah meningkatkan keamanannya akibat banyaknya kasus peretasan tahun lalu. ( Tribunlampung.co.id / Meli Yulyana )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-virtex.jpg)