Apa Itu

Apa Itu Pantun

Berikut ini penjelasan mengenai apa itu pantun yang ada dalam kunci jawaban tema 7 kelas 2 halaman 146.

Penulis: Reni Ravita | Editor: putri salamah
Kompas.com
Apa Itu Pantun 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Berikut ini penjelasan mengenai apa itu pantun yang ada dalam kunci jawaban tema 7 kelas 2 halaman 146.

Pantun merupakan bentuk puisi lama yang tiap baitnya terdiri dari empat baris serta memiliki sampiran dan isi.

Dikutip dari Buku Pintar Pantun dan Peribahasa Indonesia (2015) karya Mutia Dwi Pangesti dan Desi Permatasari, pantun berasal dari bahasa Minangkabau patuntun yang berarti petuntun.

Dalam bahasa Jawa, pantun dikenal dengan nama parikan, sedangkan dalam bahasa Sunda disebut paparikan.

Baca juga: Apa Itu DTKS

Baca juga: Apa Itu Virtex?

Selanjutnya, dalam bahasa Batak dinamakan umpasa (baca: uppasa), sebagaimana dilansir Kompas.com.

Pantun memiliki beragam jenis, berdasarkan tema isinya ada Pantun Nasihat, Pantun Agama hingga Pantun Teka-teki.

Pengertian Pantun

Pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang tiap baitnya terdiri atas empat baris, sebagaimana informasi yang tertuang dalam Buku Tematik Kelas 5 Tema 4.

Awalnya pantun merupakan sastra lisan, namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b).

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 3 Halaman 179, Perkembangan Teknologi Transportasi

Baca juga: Apa Itu Roasting

Tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran), baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Pantun juga bisa disebut bahasa sindiran menurut KBBI.

Dalam EYD dan Seputar Kebahasa-Indonesiaan (2008) Ernawati Waridah menjelaskan, pantun adalah jenis puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam setiap bait terdiri dari sampiran dan isi.

Sampiran adalah dua baris pertama di awal, untuk mengantarkan rima atau sajak saja.

Sampiran biasanya terkait alam, mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya, dan tidak ada hubungannya dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved