Kesehatan
Cara Mengatasi Mental Breakdown
Octa Reni Setiawati mengatakan, jika mental breakdown terus dibiarkan, bisa mengarah ke depresi dan gangguan kecemasan.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Stres merupakan kondisi yang sering dialami banyak orang.
Jika stresnya masih ringan, tidak masalah.
Namun ada orang yang mengalami stres terus menerus yang disebut sebagai mental breakdown.
Kaprodi Psikologi Universitas Malahayati Octa Reni Setiawati, S.Psi, M.Psi, Psikolog mengatakan, jika mental breakdown terus dibiarkan, bisa mengarah ke depresi dan gangguan kecemasan.
Untuk itu mental breakdown harus segera diatasi.
Misalnya jika stres karena pekerjaan mulai muncul, jangan biarkan stres itu terus ada.
Caranya dengan berusaha dengan menyempatkan waktu untuk me time walaupun hanya sebentar.
Me time bisa apa saja, tergantung apa yang disukai.
Seperti dengan melakukan hobi yang disukai.
"Contohnya suka masak. Coba lakukan masak. Contoh lain kalau suka nonton film atau karaoke, ya lakukan. Sehingga stres bisa hilang," urai Octa.
Cara lain sharing dengan orang terdekat yang dipercaya.
Sharing ini tujuannya bukan untuk mengumbar-umbar.
Tapi supaya kita bisa mendapatkan support.
Tapi dalam memilih teman sharing harus hati-hati dan selektif.
Jangan sampai justru dia mengumbar ke orang lain setelah sharing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/cara-mengatasi-mental-breakdown.jpg)