Politik Lampung
MPW PKS Lampung Dorong Tercapainya 30 Persen Keterwakilan Perempuan di Parlemen
MPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Lampung mendorong tercapainya 30 persen keterwakilan perempuan di Parlemen.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Lampung mendorong tercapainya 30 persen keterwakilan perempuan di Parlemen.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi III Bidang Ketahanan Keluarga MPW PKS Lampung Nenden Tresna Nursari dalam diskusi kajian strategis baru-baru ini.
Diskusi tersebut menghadirkan perempuan-perempuan hebat di Provinsi Lampung.
Yakni, Anggota Fraksi Gerindra DPR RI Dwita Ria Gunadi, Ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung Apriliati, Ketua BPKK DPW PKS Lampung Heni Nurmaini.
Baca juga: Suhada Kukuhkan PKS Tingkat Ranting di Bandar Lampung
Baca juga: Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim Ajak Elemen Masyarakat Gabung ke PKS
Kemudian, Akademisi Universitas Lampung Ari Darmastuti, Handi Mulyaningsih, Mellyana Anwar, dan Ani Agus Puspawati.
Dalam rilis yang diterima Tribunlampung.co.id, Jumat (2/3) Nenden juga menegaskan bahwa perempuan PKS siap bersinergi dan berkolaborasi untuk tercapainya 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen.
“Jadi perempuan sekarang, khususnya yang tinggal Lampung harus saling support. Menyiapkan bekal dan kompetensi untuk tampil di ranah publik,” ujar Nenden.
Dia melanjutkan, sudah saatnya kaum perempuan melakukan 3S dan 3B.
3S adalah singkatan dari stop berkeluh kesah, stop saling menyalahkan, dan stop saling menjatuhkan.
"Sementara 3B adalah singkatan dari berbicara yang bermanfaat, bersinergi dan berkolaborasi," kata Nenden.
Baca juga: Motor Karyawan Swasta Hilang di Dalam Rumah, Pelaku Tinggalkan Parang dan Botol Minyak
Baca juga: Soal Desakan MLB, Kader PKB di Lampung Bungkam
Sementara, Anggota DPR RI Dwita Ria Gunadi mengatakan bahwa kendala perempuan untuk tampil di ranah publik adalah kurang percaya diri, ada juga yang memberikan stigma perempuan tidak layak di dunia politik.
“Kendala ini biasanya yang sering menghinggapi perempuan, tidak percaya diri dan stigma negatif perempuan tidak layak di dunia politik,” ucapnya.
Tapi, sambung dia, ada juga sisi lain partai politik yang tidak mensupport calon legislatif perempuan berkualitas. “Sehingga pertambahan jumlah perempuan didunia politik tidak maksimal jumlahnya,” ujar Dwita Ria.
Diskusi tersebut mendapat saran dari Akademisi Universitas Lampung, Ari Darmastuti.
Dia mengatakan ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan oleh kaum perempuan ketika akan berkiprah di ranah publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/mpw-pks-lampung-dorong-tercapainya-30-persen-keterwakilan-perempuan-di-parlemen.jpg)