Breaking News:

Universitas Lampung

Startup Binaan LPPM Universitas Lampung Lolos Seleksi PPBT

Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Universitas Lampung (Unila) serta 2 startup binaannya lol

ist
Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Universitas Lampung (Unila) serta 2 startup binaannya lolos seleksi program pendanaan kegiatan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) tahun 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Universitas Lampung (Unila) serta 2 startup binaannya lolos seleksi program pendanaan kegiatan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) tahun 2021.

Kedua startup yang lolos yakni Bat Coffee dan Bio Muradica. Keduanya merupakan perusahaan rintisan milik alumni Unila Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi Bisnis yang berfokus di bidang agroindustri.

Bat Coffee merupakan perusahaan rintisan pengolahan kopi codot, yaitu kopi yang berasal dari pungutan hasil sisa makanan kelelawar. Sedangkan Bio Muradica perusahaan rintisan yang memroduksi obat injeksi untuk jantung pisang berupa alat teknologi injeksi dan alat pascapanen untuk peningkatan kualitas dan kuantitas panen pisang.

Dr. Ir. Sri Ratna S, S.T., selaku Ketua Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis LP2M Unila menceritakan, program pendanaan startup oleh Kemenristek/BRIN tersebut awalnya akan dilakukan pada tahun 2020. Dirinya bersama tim, yang salah satunya adalah Manager Inkubator M. W. Yusuf, M.Si., telah mengumpulkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk seleksi inkubator bisnis dan startup binaan sejak tahun 2019. Sayangnya, akibat pandemi Covid-19 pelaksanaan seleksi yang harusnya dibuka di awal tahun diundur sampai dengan Oktober 2020.

Saat seleksi dibuka, ia dan tim kembali mengunggah berkas-berkas persyaratan untuk kategori lembaga inkubator dan empat startup binaannya pada kategori tenant. Hasil seleksi diumumkan, LP2M Unila menjadi salah satu perwakilan Lampung yang mendapat pendanaan PPBT tahun 2021 dan dua dari empat startup yang diajukan juga lolos pada program ini.

Atas pencapaian yang diraih tersebut, Ratna berharap Sentra Inkubantor Bisnis Unila dapat terus berkembang menjadi lebih baik lagi.

“Harapannya, kami mempunyai inkubator bisnis yang berkembang terus dan bisa meraih akreditasi minimal kategori B atau A,” ujarnya.

Sementara salah satu CEO BAT Coffee Mutia Pusparini yang diwawancarai pada kesempatan yang sama mengungkapkan perasaan bahagiannya. Menurutnya, ia tidak menyangka Bat Coffee akan lolos seleksi pendanaan Kemenristek BRIN.

Melalui pendanaan ini ia berharap, Bat Coffee dapat meningkatkan jumlah produksi dan Kopi Codot dapat dikenal lebih luas lagi. Selain itu, perusahaan yang ia rintis bersama rekannya yang merupakan alumni Fakultas Pertanian ingin bekerja sama dengan kafe-kafe atau coffee shop dalam memasarkan Kopi Codot.

Ke depannya ia juga berharap BAT Coffee dapat memiliki rumah produksi dan coffee shop sendiri supaya bisa memasarkan kopi codot olahannya.

“Semoga terealisasi, tahun ini lebih fokus membenahi produksinya, alat-alatnya. selama ini alat-alatnya masih sederhana karena kita masih produksi rumahan. Kemudian bagaimana pengemasannya supaya lebih menarik,” kata alumni FEB Unila angkatan 2005 tersebut. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved