Berita Nasional
Santri di Magetan Ditemukan Tewas Menancap di Lumpur
Korban Andrian (13). Asal Dusun Banaran, Desa Alas Tuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang santri ditemukan tewas dengan tubuh menancap.
Kejadian di proyek Program Nasional Penyediaan Air Minum (PAMSIMAS), Kamis (8/4/2021).
Korban Andrian (13).
Asal Dusun Banaran, Desa Alas Tuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.
Korban tewas setelah terjun ke dalam air dalam galian.
Saat kejadian, korban disebut bermain tanpa pengawasan.
Korban yang awalnya datang bersama teman-temannya itu, tidak tahu bahwa galian PAMSIMAS di Dusun Tawing, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan tersebut sudah terisi air berkedalaman tiga meter.
Dan tragisnya, anak tak berdosa itu ditemukan dengan kaki menancap dalam lumpur di bawah air, dan tidak tidak bisa melepaskan diri.
Diduga karena kakinya menancap di lumpur itu, korban tidak bisa naik lagi ke permukaan air setelah terjun.
"Dari keterangan teman-temannya, korban yang pertama terjun ke dalam bak tandon yang baru digali. Dan di bawah permukaan air, masih berupa lumpur tanah liat," kata Kapolsek Plaosan, Resor Magetan, AKP Muhammad Munir Palevi kepada SURYA.
Insiden itu dialami korban saat para pekerja proyek sedang beristirahat.
Saat itu lima santri yang rata -rata berusia belasan tahun, bermain-main di sekitar proyek PAMSIMAS.
Mereka adalah para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadiin, Tawing, Desa Plumpung.
Begitu terjun ke dalam air, lanjut Munir, korban ternyata tidak juga muncul ke permukaan air di galian itu.
Teman-temannya yang menunggu mulai panik karena korban tidak muncul sampai beberapa menit, lantas berteriak minta tolong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kapolsek-plaosan-resor-magetan-akp-muhammad-munir-palevi.jpg)