Bandar Lampung

Polda Lampung Diminta Ambil Alih Kasus Dugaan Penggelapan Dana Koperasi SUSB Tuba

Polda Lampung diminta ambil alih laporan kasus dugaan Penggelapan Dana Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama

Penulis: hanif mustafa | Editor: soni
Polda Lampung Diminta Ambil Alih Kasus Dugaan Penggelapan Dana Koperasi SUSB Tuba
net/ilustrasi
palu hakim

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Polda Lampung diminta mengambil alih laporan kasus dugaan Penggelapan Dana Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama (Koperasi SUSB) Tulang Bawang bernilai puluhan miliar rupiah .

"Banyak sekali persoalan yang dialami oleh Koperasi SUSB terutama terkait pengelolaan Dana Koperasi SUSB dan manajemen koperasinya dan sudah banyak laporan kepada polisi terkait hal ini," ucap Direktur Law Firm (Kantor Hukum) Gindha Ansori Wayka-Thamaroni Usman& Rekan, Gindha Ansori Wayka, melalui rilis yang diterima Tribun, Senin (12/4/2021).

Terkait banyaknya laporan yang diduga mengalami kendala penyelidikannya, pihaknya telah melayangkan surat kepada Kapolda Lampung dengan Surat Nomor: 207/B/KH/GAW-TU/IV/2021, soal permohonan Pengambilalihan Laporan Polisi. "Surat sudah kita kirim ke Bapak Kapolda Lampung melalui Setum, yang diterima oleh Setum Polda hari ini," tambah Gindha.

Baca juga: Polda Lampung Sita Rp 10 Miliar Diduga Hasil Korupsi Proyek Jalan Ir Sutami-Sribhawono

Koperasi SUSB berlokasi di Penawar Aji itu bergerak di bidang pengelolaan perkebunan sawit seluas 660,8 hektare yang tanahnya merupakan milik anggota koperasi berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM).

Persoalan di koperasi SUSB ini bermula pada tahun 2010. Saat itu koperasi SUSB dan PTPN VII membuat perjanjian kerja sama pengembangan perkebunan kelapa sawit melalui Program Revitalisasi Perkebunan Dengan Pola Satu Manajemen pada 28 Juni 2010, di mana Koperasi SUSB diwakili Mstp sebagai Ketua Koperasi SUSB saat itu.

"Perjanjian kerja sama antara Koperasi SUSB dengan PTPN VII berlaku selama 25 tahun dan kesepakatan ini tidak berjalan karena Ketua Koperasi SUSB saat itu diduga tidak melaksanakan kesepakatan tersebut dengan baik," terangnya.

Oleh karena perjanjian ini tidak dilaksanakan dengan baik, dana Rp 7.947.912.000 yang disepakati untuk dikucurkan kepada Koperasi SUSB diduga digunakan secara pribadi.

"Ada pernyataan pengguna kucuran dana kepada pihak Bank Mandiri bahwa dana untuk koperasi tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, sementara anggota koperasi SUSB sebagai Pemilik Tanah harus menanggung bunga dan beban pembayaran cicilan dan terancam kehilangan tanahnya karena akan disita bank," tutur Praktisi Hukum ini.

Adapun Laporan Polisi yang berkaitan dengan dugaan penggelapan dana koperasi tersebut adalah Laporan Polisi Nomor: LP/62/II/2015/LPG/Tuba, Tanggal 09 Februari 2015, terkait Dugaan Penggelapan Kredit Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit Milik Anggota Koperasi SUSB senilai Rp. 7.947.912.000.(hanif mustafa)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved