ADVERTORIAL

Rotary Club Bandar Lampung Gandeng Wanita Katolik RI DPC Tanjungkarang Sosialisasi Cegah Stunting

Rotary Club Bandar Lampung bekerja sama dengan Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Tanjungkarang mengadakan Sosialisasi 1000 HPK.

Dok Rotary Club Bandar Lampung
Rotary Club Bandar Lampung bekerja sama dengan Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Tanjungkarang mengadakan Sosialisasi 1000 HPK dan Gerak Bersama Mencegah Stunting di Kelurahan Kalibalau Kencana, Senin (12/4/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rotary Club Bandar Lampung bekerja sama dengan Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Tanjungkarang  mengadakan Sosialisasi 1000 HPK dan Gerak Bersama Mencegah Stunting di Kelurahan Kalibalau Kencana, Senin (12/4/2021).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Kalibalau Kencana Fallianthy Hendra Setiawan, kader PKK Kelurahan Kalibalau Kencana, dan kader Posyandu Kalibalau Kencana.

Presiden Rotary Club Bandar Lampung Linda mengatakan, sosialisasi ini merupakan bentuk perhatian Rotary Club Bandar Lampung terhadap stunting.

Perhatian ini diberikan karena kasus stunting sampai saat ini masih banyak, terutama sejak pandemi Covid-19.

Salah satu penyebab banyaknya kasus stunting adalah ibu hamil tidak mau memeriksakan kandungannya karena khawatir akan tertular Covid-19.

Ada juga yang karena faktor ekonomi dan faktor lokasi rumah yang jauh dari rumah sakit, bidan, atau klinik.

"Ditambah lagi ada ibu hamil yang tidak memperhatikan asupan gizi. Asal makan saja, yang penting kenyang. Akibatnya, bayi di dalam kandungannya kekurangan gizi," kata Linda.

Selanjutnya, saat anaknya lahir, anaknya tidak dibawa ke posyandu untuk imunisasi dan dilihat perkembangan tinggi dan berat badannya, serta tidak mendapat gizi yang cukup.

Untuk itu, Rotary Club Bandar Lampung memberikan pelatihan mengenai stunting kepada Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Tanjungkarang.

Setelah pelatihan, Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Tanjungkarang akan melakukan sosialiasi di kelurahan dan posyandu mengenai stunting, dan mengajak ibu-ibu untuk memeriksakan kandungan dan membawa anaknya ke posyandu untuk mencegah stunting.

Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Tanjungkarang Nani Prabandari mengatakan, stunting juga bisa dicegah dengan makan makanan dengan gizi seimbang yakni ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air, dan serat.

Makanan gizi seimbang harus dimakan ibu hamil dan menyusui, serta saat anaknya sudah lahir dan sudah memasuki usia 6 bulan.

Kalau di bawah 6 bulan, anak minum ASI ibunya.

Untuk membuat makanan dengan gizi seimbang tidak harus mahal.

Bahan makanannya bisa dibeli di pasar dengan harga yang murah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved