Breaking News:

Kasus Kekerasan Anak di Lampung Barat

Aktivis Perlindungan Anak Sarankan Korban Kekerasan Terhadap Anak Diberi Terapi Konseling

Aktivis perlindungan anak Turaihan Aldi memberikan tanggapannya terkait kasus tertangkapnya pelaku kekerasan pada anak yang terjadi di Pekon Padang

net
Ilustrasi - Aktivis Perlindungan Anak Sarankan Korban Kekerasan Terhadap Anak Diberi Terapi Konseling 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Aktivis perlindungan anak Turaihan Aldi memberikan tanggapannya terkait kasus tertangkapnya pelaku kekerasan pada anak yang terjadi di Pekon Padang Tambak, Way Tenong, Lampung Barat pada Senin (26/4/2021) kemarin.

"Biasanya pelaku kekerasan pada anak merupakan orang dekat korban, bukan orang jauh," kata Aldi yang juga memiliki jabatan di Divisi Perlindungan Anak LBH Karya Utama, Selasa (27/4/2021).

Aldi berpendapat, pelaku kekerasan pada anak baik secara fisik maupun seksual harus dihukum sesuai peraturan yang berlaku.

Lantaran hal tersebut berpotensi mengakibatkan trauma kepada anak yang menjadi korban.

"Trauma itu akan merubah perilaku korban kalau tidak bisa dihilangkan," ujar Aldi.

"Ada kemungkinan korban menjadi pelaku kekerasan, ada kemungkinan korban menjadi orang yang minder," sambungnya.

Baca juga: Ayah Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Tiri di Lampung Barat Terancam Penjara 20 Tahun

Ia menyarankan, agar korban diberikan terapi konseling.

Karena menurut Aldi, korban kemungkinan tidak hanya menderita luka fisik, tapi juga luka psikis.

Aldi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama para tokoh masyarakat agar melakukan tindakan ketika melihat adanya tindak kekerasan pada anak.

"Untuk seluruh masyarakat, kasus kekerasan pada anak ini sebenarnya bukan ranah privasi," terangnya.

Baca juga: Ayah di Lampung Barat Tiba-tiba Emosi, Jambak Rambut hingga Benturkan Kepala Anak Tiri ke Tembok

"Maka ketika ada masyarakat yang melihat tindak kekerasan pada anak, langsung saja dicegah," lanjut dia.

"Jangan kebanyakan berpikir, bahwa itu anaknya lah, itu ayahnya lah, itu ibunya lah, dan segala macam," tegas Aldi.

Sebab, Aldi menilai, kekerasan pada anak merupakan bentuk pelanggaran terhadap Undang-undang Perlindungan Anak.

"Jadi, masyarakat juga ikut berperan, bukan hanya pihak berwajib," tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani )

Penulis: Nanda Yustizar Ramdani
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved