Berita Nasional
Geger Rapid Test Antigen Bekas di Bandara Kualanamu
Polda Sumatera Utara mengungkap praktik rapid test antigen bekas pakai di Bandara Kualanamu.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEDAN - Polda Sumatera Utara mengungkap praktik rapid test antigen bekas pakai di Bandara Kualanamu.
Hal itu berawal dari banyaknya keluhan penumpang pesawat yang hendak berangkat dari Kualanamu namun hasil rapid test antigennya selalu positif dalam kurun waktu kurang dari sepekan.
Kasus ini terbongkar setelah petugas melakukan penyamaran dengan menjadi penumpang, dilanjutkan dengan penggeledahan.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan adanya penggerebekan tersebut.
Hadi mengatakan, penindakan dilakukan setelah kepolisian menerima adanya laporan soal penyalahgunaan alat kesehatan.
"Jadi benar Subdit 4 Krimsus melakukan tindakan terhadap dugaan tindak pidana Undang-undang Kesehatan. Lokasinya di salah satu ruangan di Bandara Kualanamu. Penindakan dilakukan kemarin sore. Ada beberapa orang yang diminta keterangan. Saat ini tim penyidik sedang dalami," kata Hadi di Polda Sumut, Rabu (28/4/2021).
Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan lima orang yang berada di ruangan pemeriksaan rapid test antigen, termasuk petugas medis.
Kelimanya masih jalani pemeriksaan intensif di Polda Sumatra Utara untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dalam penggeledahan yang dilakukan tim Ditreskrimsus, petugas mengamankan beberapa barang bukti berupa alat-alat medis yang biasa digunakan untuk pemeriksaan rapid test antigen untuk penerbangan.
"Barang bukti ada alat-alat medis yang ada di situ. Salah satunya itu," kata Hadi.
Untuk mengungkap kejadian itu, anggota Krimsus Polda Sumut berpakaian sipil menyamar jadi calon penumpang pesawat. Ia lalu melaksanakan rapid antigen sebagai persyaratan.
Setelah mendapat nomor antrean, ia masuk ke ruang pemeriksaan dan diambil sampelnya lewat hidung. Setelah 10 menit menunggu, ia dapati hasilnya positif.
Polisi yang menyamar akhirnya melakukan perdebatan dan akhirnya memeriksa seluruh isi ruangan laboratorium.
Para petugas laboratorium dikumpulkan dan terungkap fakta, ratusan alat yang dipakai untuk rapid antigen untuk pengambilan sampel bekas dan telah di daur ulang.
Petugas lab yang diinterogasi mengakui jika alat pengambilan sampel adalah bekas.