Berita Nasional
Wanita Pengirim Sate Beracun Punya Hubungan Khusus dengan Polisi yang Dicintainya
Dari hasil penyelidikan polisi terungkap, Nani Apriliani ternyata pernah punya hubungan khusus dengan polisi bernama Tomi.
Meski tidak berhasil menemukan jaket yang dikenakan tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.
Barang bukti yang diamankan antara lain dua buah motor, helm berwarna merah, sandal jepit, enam tusuk sate, lontong yang sudah bercampur sambal kacang, agar-agar, resoles, pastel, mata kebo, kue pisang, dan uang Rp 30.000.
"Kami belum bisa menemukan sianida yang digunakan untuk meracuni makanan," ujarnya.
Kepada polisi, tersangka mengaku menyesal karena ada korban lain yang meninggal. "Dia pernah bilang kalau menyesal, karena ada korban lain yang meninggal (salah sasaran)," sambung Burkhan.
Polisi masih memburu R, rekan NA. R, menurut pengakuan NA, merupakan sosok yang menyarankannya untuk mengirimkan paket makanan beracun kepada T.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengatakan tersangka NA mendapat ide memberikan racun sianida dari temannya berinisial R.
Sosok berinisial R tersebut adalah pelanggan salon tempat NA bekerja. Selama ini tersangka NA dan R berteman baik.
Tersangka pun sering bercerita tentang berbagai masalah pada R. Termasuk sakit hatinya kepada T, yang sama-sama pelanggan salon tersebut.
Pria berinisial R tersebut sebenarnya menaruh hati pada NA, namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Karena NA mencintai pria lain, yaitu T.
Sosok R tersebut kemudian memberikan saran agar NA mengirimkan makanan yang sudah dibubuhi racun pada T melalui ojek online. Dengan niat ingin memberikan pelajaran.
"Pengakuan sementara untuk memberi pelajaran, tujuannya hanya untuk diare. Menurut teman tersangka obat hanya berdampak mules sama mencret saja. Tapi kan kita masih memastikan," katanya, Senin (03/05/2021).
Artikel ini telah tayang di jogja.tribunnews.com
Baca berita sate beracun lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sosok-nani-aprilliani-nurjaman-pengirim-sate-sianida.jpg)