Berita Nasional
Wanita Pengirim Sate Beracun Punya Hubungan Khusus dengan Polisi yang Dicintainya
Dari hasil penyelidikan polisi terungkap, Nani Apriliani ternyata pernah punya hubungan khusus dengan polisi bernama Tomi.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANTUL - Kasus paket sate beracun karena dicampur Kalium Sianida (KCN) kini terungkap. Wanita muda pengirim sate beracun, Nani Apriliani (25) kini sudah ditangkap polisi.
Sate beracun yang sebenarnya ditujukan untuk anggota polisi bernama Tomi malah membunuh anak driver ojol di Bantul yang mengantarkan makanan.
Dari hasil penyelidikan polisi terungkap, Nani Apriliani ternyata pernah punya hubungan khusus dengan polisi bernama Tomi.
Tapi cinta Nani Apriliani pada Tomi bertepuk sebelah tangan karena anggota polisi di Polresta Yogyakarta tersebut menikah dengan wanita lain.
Berikut sederet fakta terkait NA yang sudah dihimpun oleh tim Tribun Jogja di lapangan:
Cinta ditolak, sianida bertindak. NA telah memiliki pikiran untuk menyakiti T sejak tiga bulan lalu, terhitung di awal tahun 2021 setelah dirinya tahu T malah menikah dengan orang lain.
Diketahui, T merupakan seorang duda yang sempat menjalin hubungan dengan NA. Akan tetapi, sejak dua tahun lalu, T sudah menikah dengan orang lain, bukan NA.
Baca juga: Polisi Sebut Kasus Sate Beracun Pembunuhan Berencana, Nani Apriliani Terancam Hukuman Mati
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui sosok T yang sebenarnya dan bagaimana dia bisa bertemu dengan NA.
Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi mengatakan racun yang ada di bumbu sate tersebut adalah kalium sianida (KCN).
Racun tersebut dibeli secara daring melalui e-commerce. "Racun itu dibeli secara daring. Beli sebanyak 250 gram, harganya Rp 224.000," katanya, Senin (03/05/2021).
NA merupakan perempuan berasal dari Majalengka, Jawa Barat. Di Yogyakarta, dia bekerja sebagai karyawan swasta.
Dia tinggal di daerah Potorono, Bantul. Di situ juga dia ditangkap oleh polisi karena disangka menaruh sianida di paket sate misterius.
Identitas NA berhasil terungkap dari bungkus sate beracun tersebut. Menurut dia, bungkus sate tersebut sangat spesifik dan dapat menunjukkan tempat dimana sate tersebut dibeli.
"Dari bungkusnya kami bisa tahu belinya dimana. Kemudian bungkus lontongnya juga berbeda, seperti lopis. Jadi kami tahu belinya di mana. Kemudian kami telusuri," beber Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkhan Rudy Satria.
Selain dari bungkus, jaket tersangka juga menjadi kunci penangkapan tersangka. Namun sayangnya jaket berwarna krem tersebut telah dibuang di tempat sampah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sosok-nani-aprilliani-nurjaman-pengirim-sate-sianida.jpg)