Breaking News:

Tanggamus

26 Pekon Lokus Stunting di Tanggamus Ditangani Bappelitbang dan Instansi Terkait 

Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbang) Tanggamus telah mengkoordinasikan penanganan stunting sejak 2019 sampai 2022.

grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Ada 1.000 Balita di Lambar Kerdil, Kasus Stunting Diprediksi Masih Akan Meningkat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbang) Tanggamus telah mengkoordinasikan penanganan stunting sejak 2019 sampai 2022. 

Menurut Kepala Bappelitbang Tanggamus Hendra Wijaya, pada tahun ini ada 26 pekon yang jadi lokasi penanganan stunting. Dan tahun 2022 ada 28 untuk penanganan stunting.

"Kami bersama-sama dinas terkait telah berkoordinasi untuk penanganan stunting. Penanganan secara teknis dilakukan oleh Dinas Kesehatan," ujar Hendra.

Ia mengaku, memang secara nasional Kabupaten Tanggamus masuk dalam perhatian penanganan stunting sejak 2019. Tanggamus masuk 60 kabupaten penanganan stunting.

Pada saat itu ada sebilan pekon, 2020 ada 33 pekon. Lantas terus dilakukan perhitungan dan analisis pendataan yang dilakukan bersama oleh Bappelitbang, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkup Hidup dan Kebersihan, Dinas PUPR.

Baca juga: Apa Itu Stunting, Penyebab dan Ciri-ciri Stunting Pada Anak

"Kami akan terus mengupayakan maksimal untuk permasalahan stunting agar dapat tertangani maksimal," ujar Hendra. 

Ia mengaku, penyebab timbulnya stunting adalah timbulnya gizi buruk, kurang maksimalnya penanganan pada 100 hari pertama kelahiran, masih terbatasnya pelayanan posyandu dan banyak masyarakat belum terima jaminan kesehatan daerah.

"Untuk masyarakat yang jadi sasaran akan jadi perhatian dan penanganan, salah satu di dalamnya ada pemberian bantuan pangan untuk perbaikan gizi," kata Hendra. 

Ia mengaku, selama ini juga sudah melibatkan pihak swasta untuk pemberian CSR bagi permasalahan stunting. Itu telah diberikan oleh PT Japfa, PT Nataran Mining, dan PT Danone.

"Pemberian bantuan pangan berupa telur, susu, dan daging, itu sudah dilakukan dan kami minta dilanjutkan," kata Hendra.

Halaman
12
Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved