Bandar Lampung

Air PDAM Macet di Perum Blora, Pengamat: Petugas Jangan Semangat Urus Tunggakan Saja

Warga Perum Blora Indah, Segalamider, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung menyesalkan kinerja PDAM

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: soni
Dokumentasi
Air PDAM Way Rilau diduga bocor di Jalan Blora. Warga Perum Blora Bandar Lampung Keluhkan Air PDAM Tak Mengalir 2 Hari 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Warga Perum Blora Indah, Segalamider, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung menyesalkan kinerja PDAM Way Rilau yang sejauh ini belum menuntaskan saluran air yang hingga Minggu (23/5) siang tetap macet di kawasan perumahan tersebut.

Sebelumnya, Sabtu (22/5) malam, lewat WhatsApp, Kabag Humas dan Pelanggan PDAM Way Rilau Agung Purnama berjanji akan menuntaskan persoalan macetnya air PDAM di Perum Blora dan saluran PDAM yang bocor hari ini, Minggu (23/5).

Menurut Elta, warga Perum Blora Indah, Minggu siang, mengatakan sejauh ini tidak ada tanda tanda air PDAM mengalir di kawasan kediamannya. "Masih tidak mengalir Mas, belum ada tanda tanda," katanya.

Pantauan Tribun, saluran air di Jl Blora Segalamider terlihat bocor di dua titik dan mengeluarkan air yang cukup deras.

Terkait persoalan ini, akademisi dan praktisi hukum di Bandar Lampung Gindha Ansori Wayka mengatakan, PDAM Way Rilau seharusnya segera mengecek jaringan air di Perum Blora dan sekitarnya. Pasalnya, jaringan air  di kawasan itu  macet memepengaruhi aktivitas sehari hari warga setempat.

Baca juga: Warga Perum Blora Bandar Lampung Keluhkan Air PDAM Tak Mengalir 2 Hari

Sebagai bagian dari perusahaan daerah yang bergerak di sektor utama, kata Gindha, PDAM Way Rilau harus segera melakukan identifikasi masalah apakah tidak mengalirnya air ke perumahan Blora itu disebabkan karena ada saluran pipa yang bocor atau memang debit air yang sudah mulai menurun. 

Seharusnya,  PDAM Way Rilau proaktif mengecek jaringan air karena air juga merupakan sumber kebutuhan pokok hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. 

"PDAM Way Rilau sebagai perusahaan pelayanan hidup masyarakat,  tidak hanya mengurusi tunggakan dan bahkan mengancam mencabut saluran pipa jika pelanggan menunggak saja,  akan tetapi lebih pada bagaimana memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan air bersih," tuturnya.

"Pemeriksaan berkala itu penting dan sikap harus responsif atas keluhan pelanggan agar masyarakat tidak dirugikan atas tidak diperolehnya air bersih yang merupakan kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari," tutupnya.(Vincensius Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved