Berita Terkini Nasional
Bocah Korban Kecelakaan Merangkak dari Jurang, Gedor Rumah Warga Menangis Minta Tolong
Mobil Xenia yang ditumpangi 9 orang tersebut mengalami kejadian nahas terjermus ke dalam jurang sedalam 30 meter
Korban sudah menelepon ibunya dan meminta agar sang ibunda membukakan pintu rumahnya orang tuanya di Jalan Samratulangi Baturaja.
“Ma bukakan pintu rumah aku sampai jam 12.00 WIB,” kata bibi Heppi menirukan pesan yang disampaikan Heppi kepada ibundanya bernama Ny Ros Syarifuddin.
Menurut Miasalina yang merupakan bibi Heppi, waktu itu masih pukul 19.00 WIB namun entah kenapa ibu dua anak kembar ini sudah berpesan agar ibunya membukakan pintu.
Pintu yang disuruh dibuka juga pintu rumah orang tuanya bukan pintu rumahnnya di Komplek RSS Sriwijaya padahal Heppi bersama suami dan dua anak kembarnya tinggal dirumahnya di Kelurahan Sekarjaya.
Dikira ayahnya yang meninggal dunia
Banyak kerabat salah sangka saat melihat bendera duka di berkibar di rumah kediaman Syarifuddin.
Dikira Syarifuddin yang wafat sebab Syarifuddin memang sudah bertahun-tahun sakit.
Namun ternyata puteri satu-satunya yang lebih dahulu menghadap sang khalik.
“Banyak yang nyangko kakak yang ninggal, karena kakak sudah ado 5 tahun sakit sak biso bangun, dak tahunyo Hepi yang pegi lebih dahulu,” kata Misalina dengan suara khas habis menangis.
Kepergian sulung dari empat bersaudara ini meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga.
Apalagi anak wanita satu-satunya yang selama ini rajin membantu ibunya merawat sang ayah yang sudah sakit lama.
Biasanya setelah kegiatan rutin beres, Hepi rajin mengontrol tempat yang disewakan untuk pusat kuliner yang berada dihalaman rumahnya.
Rumah kediaman orang tuanya yang berada di loaksi yang setrategis seberang Taman Kota Baturaja dijadikan pusat jajanan kuliner khas daerah.
Beberapa pengusaha kuliner khas Sumsel menjual aneka makanan seperti tekwan, pempek, model dan jajajan lainnya .
“Biasonyo yuk Hepi itulah yang rajin nyingok’i kami,” kata salah seorang pedagang model yang berjualan dihalaman rumah kediaman orang tua Hepi.
Hepi dikenang sebagai pribadi yang supel dan baik, pada pedagang yang menyewa di halaman rumah orang tua Hepi mengaku ikut kehilangan atas kepergian ibu muda yang memiliki anak kembar.