Breaking News:

Lampung Selatan

BPOM Sosialisasi 3 Bahan Makanan Berbahaya di Pasar Sidomulyo Lampung Selatan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lampung melakukan sosialisasi 3 bahan makanan berbahaya bila dikonsumsi oleh tubuh di Pasar Sidomulyo.

Dokumentasi BPOM
BPOM Sosialisasi 3 Bahan Makanan Berbahaya di Pasar Sidomulyo Lampung Selatan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lampung melakukan sosialisasi 3 bahan makanan berbahaya bila dikonsumsi oleh tubuh di Pasar Sidomulyo Lampung Selatan, Kamis (27/5/2021).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Subtansi dan Informasi BPOM di Bandar Lampung yang mencakup keseluruhan Lampung Zamroni, APFM Ahli Madya Thusi Eka Putri APFM Ahli Muda Mohamad Amin, Staf Infokom Heni Realisa, Kadis Perdagangan Lampung Selatan Yusri dan KUPT Pasar Sidomulyo Agus Syahroni

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Yusri didampingi oleh KPUT Pasar Sidomulyo Agus Syahroni menjelaskan kegiatan tersebut bentuk sosialisasi kepada para staf KUPT pasar dan para pedagang serta warga masyarakat kecamatan di Sidomulyo tentang bagaimana bahayanya pemakaian bahan makanan seperti borak, formalin, ridamin dan bahan pewarna pakaian.

"Diharapkan setelah sosialisasi ini warga masyarakat dapat mengetahui tentang bahayanya ketiga bahan makanan tersebut. Manfaat sosialisasi tersebut bagi para pedagang supaya para pedagang dapat mengerti ancaman hukuman akibat menggunakan bahan berbahaya tersebut. Dan tidak mencoba-coba menggunakan bahan berbahaya tersebut," kata Yusri.

Kabid Subtansi dan Informasi BPOM Bandar Lampung Zamroni mengatakan BPOM juga sudah mengambil sample 100 bahan makanan di pasar Sidomulyo dan hasilnya tidak ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya.

"Kami juga memberikan bantuan alat uji manual yang dapat digunakan untuk memeriksa kadar makanan berbahaya secara mandiri," kata Zamroni.

"Harapannya setelah sosialisasi BPOM ini,  masyarakat dapat sadar tentang bahayanya bahan kimia yang mengancam kesehatan kita. Untuk para pedagang kami mengimbau supaya tidak menggunakan bahan berbahaya tersebut. Atau akan terkena jeratan hukum, akibat menggunakan bahan makanan berbahaya tersebut," tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Penulis: Dominius Desmantri Barus
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved