Berita Terkini Nasional

Mahasiswi Dianiaya Pacar hingga Memar dan Jatuh Tersungkur, Korban Sering Dicubiti

Mahasiswi berinisial AM mengaku dicubiti pacarnya saat sedang berada di atas motor hingga kemudian dipukuli kepalanya.

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Mahasiswi asal Lubuklinggau dianiaya pacar hingga tersungkur 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LUBUKLINGGAU - Seorang mahasiswi asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan dianiaya pacarnya hingga luka di bagian leher, kepala dan bibirnya.

Mahasiswi berinisial AM mengaku dicubiti pacarnya saat sedang berada di atas motor hingga kemudian dipukuli kepalanya.

AM mengaku D menghentikan motornya lalu memukuli kepalanya sebanyak lima kali hingga membuatnya tersungkur.

Tak hanya itu, pelaku D juga mencakar dan menggigit punggungnya hingga memar.

Saat ini AM mahasiswi salah satu universitas swasta di Kota Palembang, Sumsel masih trauma akibat dianiaya pacarnya.

Gadis berusia 19 tahun ini dianiaya pacarnya berinisial D setelah dilihatnya mengangkat telpon dari teman kuliahnya.

Akibat penganiayaan ini warga Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau ini sempat dilarikan ke RSUD Dr Sobirin karena menderita luka memar di dahi, leher dan punggung.

Baca juga: Wanita Menangis di Makam Mantan Pacar, Baru Tahu Alasan Diputuskan

AM saat berada di rumahnya di Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau Sumsel.
AM saat berada di rumahnya di Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau Sumsel. (Tribunsumsel.com / Eko Hepronis)

Kasus penganiayaan ini pun telah dilaporkan ke Polsek Lubuklinggau Barat dan berharap D dapat segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

AM mengaku kapok dan menyesal telah menjalin asmara dengan D, setelah penganiayaan ini terjadi AM memutuskan mengakhiri hubungan asmara mereka meski sudah berjalan hampir empat tahun.

"Nyesal dak galak lagi cukup sampai sini bae (menyesal tidak mau lagi cukup sampai disini saja)," kata AM pada Tribunsumsel.com, Selasa (25/5/2021).

Selama mereka berpacaran, D memang kerap melakukan kekerasan fisik kepada dirinya, terutama saat D sedang marah dan tidak menyukai apa yang dilakukan oleh AM.

"Sampai mukul-mukul tidak pernah, tapi setiap dia (D) tidak senang selalu nyubit, kadang cubitannya sampai tebiru, sering seperti itu," ujarnya

Sehabis kejadian penganiayaan itu D langsung kabur melarikan diri, saat ini Polsek Lubuklinggau Barat tengah melakukan pencarian lokasi persembunyiannya.

"Harapannya dapat segera ditangkap polisi, bahkan pengen secepatnya saya mau lihat dia (D) ditangkap polisi," ujarnya.

Sebelumnya, AM menuturkan penganiayaan tersebut terjadi Sabtu (23/5/2021) malam Minggu di dekat SDN 10 Kota Lubuklinggau.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved