Breaking News:

UM Metro

Lakukan Praktikum, Pendidikan Fisika UM Metro Amati Super Blood Moon

Pendidikan Fisika UM Metro melakukan praktikum pengamatan benda langit bertepatan pada peristiwa gerhana Bulan Total (Super Blood Mood) pada Selasa, 2

ist
Pendidikan Fisika UM Metro melakukan praktikum pengamatan benda langit bertepatan pada peristiwa gerhana Bulan Total (Super Blood Mood) pada Selasa, 26 Mei 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pendidikan Fisika UM Metro melakukan praktikum pengamatan benda langit bertepatan pada peristiwa gerhana Bulan Total (Super Blood Mood) pada Selasa, 26 Mei 2021.

Pengamatan gerhana bulan dimulai pukul 17:50-21.00 di rooftop Lt.4 kampus 3 Gedung Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Metro, yang diawali dengan sholat maghrib berjamaah dilanjutkan sholat gerhana.

Riswanto, M.Pd.Si.selaku dosen pendamping praktikum menyampaikan gerhana bulan merupakan peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

“Gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Peristiwa gerhana merupakan peristiwa di mana bumi berada pada fase kritis yang di mana gaya gravitasi bumi terhadap bulan sangat besar maka dalam hadist Rasullullah kita dianjurkan untuk memperbanyak berdoa dan berdzikir,” kata Riswanto dalam sambutan khutbahnya.

Riswanto melanjutkan, hal tersebut sebagaimana tertuang dalam HR. Bukhari No. 1044.

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat dan bersedekahlah,” tambahnya.

Senada dengan Riswanto, M. Barkah Salim,M.Pd.Si. menerangkan fenomena Super Blood Moon atau gerhana bulan total akan menghiasi langit dengan penampakan berwarna merah.

“Warna merah terjadi ketika bulan beranjak ke bagian terluar bayangan bumi. Bulan akan ditutupi bagian paling gelap dari bayangan itu, yang tampak diselimuti cahaya berwarna jingga hingga merah darah,” kata Barkah.

Menurutnya pengamatan ini dapat menanamkan sifat pendidik yang profetik profesional bagi mahasiswa.

“Kegiatan pengamatan ini pun bertujuan untuk mengkaji secara Ilmiah, dan rohaniah agar tercipta pendidik yang profetik profesional,” tukasnya.

Sementara itu, Dedi Catur salah satu mahasiswa Pendidikan Fisika juga menggambarkan posisi matahari, bumi dan bulan yang membentuk gerhana.

“Ketika gerhana bulan total terjadi, posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar sehingga membuat bulan masuk ke umbra bumi,” jelasnya.

Kegiatan pengamatan ini merupakan salah satu bentuk dari plaksanaan kegiatan praktikum pada Mata Kuliah Astronomi/IPBA

Kegiatan pengamatan tersebut dilakukan untuk memenuhi mata kuliah IPBA. Alat yang digunakan untuk mengamati peristiwa tersebut yaitu telescope altazimuth, telescope moon dan smartphone.

Dengan menggunakan alat tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengamati peristiwa gerhana sekaligus bulan purnama.(*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved