Berita Terkini Artis
Tanggapi Kontroversi Sinetron Suara Hati Istri, KPI: Indosiar Akan Ganti Pemeran Zahra
KPI pusat menanggapi polemik Zahra sinteron Suara Hati Istri yang jadi sorotan publik. KPI sebut Indosiar akan ganti pemeran Zahra.
Penulis: Putri Salamah | Editor: Kiki Novilia
"Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah menerima klarifikasi dari stasiun televisi Indosiar tentang program siaran sinetron Suara Hati Istri yang mendapat banyak protes dari masyarakat lantaran menampilkan artis berusia 15 tahun berperan sebagai istri ketiga."
KPI juga mengungkapkan Indosiar telah menerima masukan publik atas sinetron tersebut.
"Tindak lanjut dari Indosiar ke depan adalah mengganti pemeran dalam tiga episode mendatang." tulis @kpipusat.
Zaskia Adya Mecca hingga Ernets Prakasa Protes Sinetron Suara Hati Istri
Rupanya bukan hanya dari kalangan biasa yang memprotes peran Lea Ciarachel sebagai Zahra, si istri ketiga dalam sinetron Suara Hati Istri.
Kalangan artis pun turut menyuarakan keberatan mereka, dua di antaranya adalah Zaskia Adya Mecca dan Ernest Prakasa.
Zaskia mengaku keberatan saat menyaksikan trailer sinetron Suara Hati Istri itu.
Istri sutradara Hanung Bramantyo itu bukan hanya keberatan dengan banyaknya adegan yang belum pantas diperankan remaja usia 14 tahun, melainkan juga peran orangtua sang aktris pendatang baru.
Sebab, Zaskia yakin bahwa orangtua Lea Ciarachel juga punya andil dalam memberi izin untuk menerima peran tersebut, mengingat usia Ciara masih di bawah umur.
"Ga tepat rasanya (setelah liat foto tayangan, trailer yang @indosiar post) bahwa materi juga peran yang dimainkan oleh Zahra sebagai istri ke 3 dimana usia dia masih 15 tahun.
Semoga hal ini menjadi concern orangtua Zahra (karena anak dibawah umur belum bisa ttd kontrak sendiri) untuk lebih membantu anak memilih pekerjaan yang tepat," tulis Zaskia Adya Mecca di Instagram (2/6/2021).
Wanita 33 tahun itu juga sempat menyarankan KPI untuk lebih memperketat dalam hal pengawasan konten televisi nasional.
Sebab, Zaskia menyadari bahwa ada banyak orang di pesolok negeri yang butuh hiburan, namun terhalang jaringan dan biaya hingga menyebabkan konten yang ditonton terbatas dan melahap tayangan yang ada.
"Lembaga @kpipusat bisa menyortir semua tayangan nasional yang lebih tepat karena media audio visual mempunyai pengaruh sangat besar untuk karakter bangsa kita," tambahnya.
Ia juga berharap tayangan di pertelvisian Indonesia bisa lebih baik lagi ke depannya, bahkan bisa lebih mendidik.