Breaking News:

Kasus Rudapaksa di Tubaba

FKPP Tulangbawang Barat Sesalkan Aksi Dugaan Rudapaksa Oknum Pengajar Ponpes Terhadap Santri

Ketua FKPP Tubaba KH Makrus Ali menyayangkan aksi dugaan cabul oleh oknum pengurus pondok pesantren di Tubaba terhadap satu santrinya.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Reny Fitriani
Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi
Ilustrasi - FKPP Tulangbawang Barat Sesalkan Aksi Dugaan Rudapaksa Oknum Pengajar Ponpes Terhadap Santri 

Sehingga tidak merugikan sebagian pihak.

Karena dirinya khawatir dengan pemberitaan yang kurang balance akan memberikan dampak buruk terhadap tumbuh kembangnya pondok-pondok pesantren diwilayah Tubaba. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tulangbawang Barat (Tubaba) menangkap pelaku pencabulan terhadap Bunga (15), santri di salah satu Pondok Pesantren di wilayah Tubaba.

Mirisnya, pelaku yang berinisial MFA (27) adalah salah satu pengajar di Ponpes tersebut.

Warga Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Tubaba, itu dibekuk polisi berdasarkan laporan korban dengan nomor LP/B/211/V/2021/SPKT/POLRES TULANG BAWANG BARAT/POLDA LAMPUNG, tanggal 31 Mei 2021. 

Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman melalui Kasat Reskrim Iptu Andre Tri Putra, mengatakan, pelaku dibekuk pada Senin 31 Mei 2021 sekira 03.00 wib. 

"Pelaku ditangkap tak lama setelah mendapat laporan dari keluarga korban Senin kemarin," ungkap Andre Tri Putra, Selasa (01/06/2021).

Setelah mendapat informasi keberadaan pelaku pencabulan anak dibawah umur, petugas langsung bergerak mencari keberadaan pelaku.

"Setelah mendapatkan informasi tersebut Team Opsnal Tekab 308 Polres Tubaba langsung mengamankan pelaku MFA, kemudian dibawa ke Polres Tubaba untuk dimintai keterangan lebih lanjut," papar Kasatreskrim.

( Tribunlampung.co.id / endra zulkarnain )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved