Apa Itu

Apa Itu Agrikultur

Simak pengertian terkait apa itu agrikultur, satu di antara kunci kekuatan ekonomi Indonesia. 

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Kolase Kompas
Ilustrasi. Apa itu agrikultur. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Simak pengertian terkait apa itu agrikultur, satu di antara kunci kekuatan ekonomi Indonesia. 

Agrikultur diartikan sebagai upaya memproduksi hasil dalam bidang pertanian yang memerlukan tenaga manusia, yang di dalamnya termasuk berbagai jenis tanaman tertentu serta pertambahan pada berbagai hewan lokal.

Spesialis bidang pengengambangan pertanian, Mosher, menyederhanakan bahwa agrikultur adalah upaya memproduksi secara khas dalam hal memproses pengolahan tumbuhan dan juga hewan ternak.

1. Sektor-Sektor Agrikultur

Setelah memahami apa itu agrikultur, perlu dipahami bahwa agrikultur hanya mencakup lima sektor secara umum. 

Baca juga: Apa Itu Simbiosis Mutualisme

Mulai dari tanaman pangan, kehutanan, perkebunan, peternakan, serta perikanan.

Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya. 

Ilustrasi. Apa itu Agrikultur.
Ilustrasi. Apa itu Agrikultur. (Kolase Kompas)

- Tanaman Pangan 

Padi adalah salah satu sektor tanaman yang termasuk dalam bidang agrikultur.

Pada adalah salah satu produk tanaman yang dengan hasil panen paling mendominasi di Indonesia.

Baca juga: Apa Itu Urbanisasi

Selain padi, tanaman pangan lainnya yang besar juga adalah ubi, jagung, sayuran, buah-buahan, dan lain-lain. 

- Perkebunan

Sektor yang paling banyak mengalami pertumbuhan konsisten daripada sektor lainnya adalah sektor perkebunan.

Sebab, areal perkebunan hasil produksinya selalu hampir berbanding lurus antara yang satu dengan yang lainnya.

Untuk di Indonesia sendiri, sektor perkebunan ini mencakup komoditi ekspor, seperti kelapa sawit, coklat, karet, teh, dan juga kelapa.

- Kehutanan

Satu di antara hasil dari sektor kehutanan adalah kayu.

Produk kayu di Indonesia mengikuti arus regulasi dari berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Karena itu, jika produksi kayu di Indonesia tidak dikendalikan secara sempurna atau sembarangan, maka dampaknya adalah punahnya kelestarian alam di Indonesia.

- Peternakan

Peternakan merupakan sektor agrikultur yang menjadi sektor yang banyak dilakukan oleh masyarakat.

Untuk di Indonesia sendiri, peternakan dibedakan menjadi dua berdasarkan ukurannya, yaitu peternakan sapi,kuda, kerbau dan uyang sebagai peternakan besar.

Sedangkan peternakan kecil yang mencakup ayam, bebek, angsa, burung, dan jenis unggas lain.

Hasilnya bisa berbentuk daging, susu, dan telur.

- Perikanan

Sektor agrikultur yang memiliki peranan penting dalam struktur sosial dan ekonomi di Indonesia adalah perikanan.

Selain itu, ikan juga bisa dijadikan sebagai objek komoditas ekspor.

Produk yang termasuk di dalamnya juga adalah udang, rumput laut, mutiara, dan lain-lain.

2. Produk-Produk Agrikultur

Berikut ini adalah produk-produk agrikultur

- Tanaman pangan yang mencakup padi, jagung, singkong, kentang, ubi jalar, sayur-sayuran, buah-buahan, dan seluruh produk olahan dari tanaman pangan.

- Perkebunan yang mencakup teh, coklat, kopi, karet, kelapa, sawit, tebu, dan seluruh produk olahan dari perkebunan.

- Kehutanan yang mencakup kayu, gaharu, gondorukem, madu, rotan, dan seluruh produk olahan dari hutan.

- Peternakan yang mencakup daging, susu, telur, bulu hewan ternak, dan seluruh produk olahan dari peternakan.

- Perikanan; ikan, udang, kerang, rumput laut, mutiara, dan semua produk olahan hasil perikanan.

3. Produk Andalan Agrikultur Indonesia

- Sawit

Tepat pada bulan Januari hingga bulan Juli 2019, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI melaporkan bahwa pencatatan ekspor yang diperoleh dari minyak sawit dan turunannya mencapai 6,% pertahun yang sebagian besarnya berada di Sumatera dan Kalimantan.

- Karet

Karet adalah bahan elastis yang menjadi komoditas dari perkebunan yang diperoleh dan digunakan sebagai bahan produk dan juga peralatan dunia seperti mainan anak-anak, rumah tangga, hingga otomotif.

- Kacang Mete

Nilai ekspor yang dihasilkan dari kacang mete di Indonesia tercatat pernah menyentuh angka 51,6 juta dolar Amerika.

Kacang mete ini diperoleh dari biji jambu monyet yang terdapat di Indonesia.

- Kelapa

Salah satu produk hasil dari buah kelapa adalah Kopra.

Jadi, kopra adalah sebutan untuk daging kelapa yang dikeringkan dan menjadi produk turunan dari kelapa, karena menjadi bahan baku utama dari pembuatan minyak dan turunannya.

Indonesia sendiri menjadi negara penghasil kelapa paling besar di dunia dengan nilai total produksi hingga 18 juta ton per tahun.

Di tahun 2017, produk turunan dari buah kelapa sendiri menyentuh jumlah ekspor hingga 1.036.438 ton dan 1.438.001 ton di tahun 2018.

- Tembakau

Tembakau adalah salah satu produk komoditas pertanian musiman dan bukan bagian dari komoditas pangan, tapi komoditas perkebunan.

Produk di dikonsumsi sebagai pengisi waktu saat luang dan juga sebagai bahan rekreasi untuk dijadikan bahan baku cerutu atau rokok.

Di Indonesia sendiri, nilai ekspor yang dihasilkan dari tembakau pada tahun 2017 adalah menyentuh angka 287.962 ton dan meningkat menjadi 230.696 ton pada tahun 2018.

4. Jenis Agrikultur

Seluruh kelas agrikultur bisa dikategorikan dengan memperhitungkan kriteria analisis yang beragam, yaitu:

Menurut volume produksi:

- Agrikultur subsistence. 

Tujuan dari pelaksanaannya adalah demi memperoleh tingkat produksi yang rendah yang mencukupi seluruh kebutuhan pangan komunitas menengah ke bawah agar tidak menghasilkan kerusakan atau kerugian.

- Agrikultur Industri.

Agrikultur Industri sendiri adalah produk makanan dalam jumlah besar dari tanah yang khas dari negara industri dan berkembang.

Tujuannya adalah untuk bisa menjamin tingkat kepuasan dan juga keburukan serta mengkomersilkan nilai surplus.

Karena pentingnya air dalam produksi:

- Irigasi adalah jenis pertanian yang sistem di dalamnya disediakan oleh petani dengan menggunakan metode alami maupun buatan.

- Kelembaban adalah suatu hal yang dibutuhkan untuk produksi yang disediakan oleh hujan dan tanah tanpa adanya peran dari para petani.

Menurut alat produksi yang digunakan dan kinerjanya:

- Pertanian Ekstensif.

Pertanian ekstensif ini dilakukan untuk memelihara tanah yang sebagian besar lahannya digunakan untuk meningkatkan tingkat produksi.

- Pertanian intensif.

Pertanian jenis ini dilakukan pada ruang lahan yang skalanya lebih kecil karena dinilai berbahaya untuk lingkungan dan biasanya dilakukan oleh berbagai negara industri.

Menurut teknik yang digunakan dan tujuannya:

- Pertanian Industri.

Bentuk produk digunakan untuk mendapatkan pangan dalam jumlah total yang sanga benak untuk tujuan komerisal.

- Pertanian ekologis.

Pertanian jenis ini dilakukan dengan memprioritaskan lingkungan dan juga pemeliharaan tanah dengan memanfaatkan metode dan juga teknologi yang dinilai tepat.

- Pertanian Tradisional.

Bentuk pertanian ini menggunakan teknik dan prosedur asli yang berasal dari wilayah tertentu untuk memperpanjang waktu dan juga membentuk bagian dari budaya di tempat itu sendiri.

Demikianlah pengertian terkait apa itu agrikultur. ( Tribunlampung.co.id / Kiki Novilia )

Baca juga: Simak Apa Itu Budi Utomo

Baca juga: Apa Itu Plastisin

Baca juga: Simak Apa Itu Budi Utomo

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved